Sejarah “Mayangkara” Antar Pawai Budaya Desa Sumberdadi, Mantup, Berlangsung Meriah

LAMONGAN, Radar CNN Online — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Sumberdadi, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, menggelar karnaval dan pawai budaya yang berlangsung meriah pada Minggu (30/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh dusun yang berada di wilayah Desa Sumberdadi. Beragam penampilan ditampilkan dalam pawai, mulai dari pakaian adat Nusantara, kesenian tradisional, musik, hingga kendaraan hias. Antusiasme masyarakat terlihat sejak kegiatan dimulai hingga pawai berakhir.

Acara dipusatkan di halaman depan Masjid Dusun Kedungsumber. Setelah rangkaian pembukaan, seluruh peserta kemudian melakukan pawai keliling wilayah Desa Sumberdadi dan finis di halaman Masjid Dusun Gurid.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, kemudian dilanjutkan dengan drama kolosal yang diperankan oleh warga Desa Sumberdadi. Drama tersebut mengangkat kisah sejarah perjuangan Mayor Djarod, seorang perwira pejuang kemerdekaan yang pernah memimpin pasukan di wilayah Mantup, Kabupaten Lamongan.

Kisah Mayor Djarod sendiri masih begitu melekat di hati masyarakat, khususnya warga Kecamatan Mantup. Sejarah tersebut berkaitan dengan perjalanan Batalyon 503 yang pernah memindahkan markasnya ke wilayah Mantup.

Dalam kisah yang disampaikan melalui drama kolosal tersebut, seorang kepala desa di Mantup menghadiahkan seekor kuda putih kepada Mayor Djarod. Kuda tersebut kemudian diberi nama “Mayangkara”.

Keberanian Mayangkara di medan laga disebut menjadi salah satu kisah yang menginspirasi Mayor Djarod. Nama kuda tersebut kemudian diabadikan menjadi bagian dari nama resmi kesatuan, yakni Batalyon 503 Mayangkara.

Pengangkatan sejarah tersebut dalam pawai budaya menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Selain menjadi hiburan, masyarakat juga diajak kembali mengenang perjuangan para pahlawan dan sejarah perjuangan yang pernah terjadi di wilayah Mantup.

Pawai budaya dan karnaval Desa Sumberdadi turut dihadiri Kepala Desa Sumberdadi beserta jajaran Forkopimdes. Hadir pula Camat Mantup beserta istri dan jajaran Forkopimcam, Polsek Mantup, Koramil 0812/09 Mantup, para tamu undangan, serta masyarakat.

Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, petugas gabungan TNI/Polri serta Satpol PP tampak berjaga di sepanjang jalur yang dilalui peserta. Petugas melakukan pengaturan, membuka dan menutup jalur selama rombongan pawai melintas sehingga kegiatan dapat berlangsung tertib.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sumberdadi, Sugiono, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Sumberdadi yang telah berpartisipasi dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, kemerdekaan tidak semestinya hanya dimaknai sebagai seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, gotong royong, persatuan dan kesatuan, serta kerukunan antarwarga.

Kemerdekaan ini bukanlah suatu seremonial tahunan belaka, tetapi bentuk dari kebersamaan, kegotongroyongan, persatuan dan kesatuan serta kerukunan antarwarga. Dalam pepatah Jawa mengatakan, seng ngawidji, semua jadi satu,” ujar Sugiono.

Senada dengan hal tersebut, Camat Mantup, Ilyas, juga menekankan pentingnya semangat seng ngawidji atau semua menjadi satu, khususnya dalam menjaga kerukunan dan kebersamaan masyarakat serta mendukung pembangunan di wilayah Kecamatan Mantup.

Ia juga menyampaikan bahwa pawai budaya dan karnaval kemerdekaan Desa Sumberdadi mengusung tema “Nusantara dalam Keberagaman”.

“Semangat seng ngawidji, semua menjadi satu, harus terus kita jaga dalam kerukunan, kebersamaan, dan pembangunan di wilayah Mantup,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat semakin terlihat sepanjang jalur pawai. Tidak hanya warga Desa Sumberdadi, kegiatan tersebut juga menarik perhatian masyarakat dari luar desa yang datang untuk menyaksikan keunikan berbagai penampilan serta kekayaan budaya Nusantara yang ditampilkan para peserta.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan hiburan electone dan pembagian hadiah pada malam hari.

Selain menjadi momentum mempererat persatuan dan kebersamaan warga, kegiatan tahunan tersebut juga membawa berkah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal serta pedagang kaki lima (PKL). Sejumlah pedagang terlihat menjajakan berbagai makanan ringan, camilan, dan minuman dingin yang menjadi favorit para pengunjung.

Pawai budaya Desa Sumberdadi pun tidak sekadar menjadi perayaan HUT RI, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat sejarah, memperkenalkan keberagaman budaya, memperkuat gotong royong, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Redaksi: Adji

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda