Lembaga SD Negeri se-Kecamatan Babat Serentak Tak Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila


LAMONGAN, Radar CNN Online – Pelaksanaan peringatan Hari Lahir Pancasila pada Senin, 1 Juni 2026, diwarnai sorotan di wilayah Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Sejumlah Sekolah Dasar (SD) Negeri di kecamatan tersebut dilaporkan serentak tidak melaksanakan upacara bendera peringatan Hari Lahir Pancasila sebagaimana yang telah diinstruksikan pemerintah.

Padahal, pelaksanaan upacara Hari Lahir Pancasila di lingkungan sekolah bersifat wajib berdasarkan Surat Edaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) serta instruksi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ketentuan tersebut juga diperkuat melalui surat edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Nomor 400.3.4/1264/413.101/2026 tentang Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lingkungan Sekolah tertanggal 29 Mei 2026.

Namun berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, sejumlah SD Negeri di Kecamatan Babat diketahui tidak menggelar upacara pada hari tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, beberapa guru menyampaikan keterangan dengan poin yang hampir sama. Mereka mengaku tidak menerima arahan maupun imbauan dari Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Babat.

"Untuk Kecamatan Babat hampir semua lembaga tidak ada perintah atau imbauan untuk melaksanakan upacara, Mas. Jadi kami tidak berani melaksanakan kalau tidak ada himbauan atau sejenisnya dari Korwil," ungkap beberapa guru kepada wartawan Radar CNN Lamongan.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Sebab, tidak dilaksanakannya upacara Hari Lahir Pancasila tanpa alasan kedaruratan dinilai sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap instruksi pemerintah pusat.

Sementara itu, Kepala Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Babat, Yatun, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menjelaskan bahwa dirinya mengikuti upacara di SMP Negeri 3 Babat bersama Camat Babat.

"Saya tadi upacara di SMP 3 bersama Pak Camat. Saya menunggu sampai malam tidak menerima edaran dari Dinas Pendidikan Lamongan ini, Pak. Saya kondisi kurang sehat. Kemarin dan tadi saya paksakan hadir. Kalau tidak percaya tanyakan teman-teman kecamatan, saya batuk terus," ujar Yatun.

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan lanjutan. Pasalnya, menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, surat edaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan terkait pelaksanaan upacara disebut sudah dibagikan melalui grup WhatsApp sebelum hari pelaksanaan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi maupun tindakan berupa teguran atau evaluasi dari pihak terkait terhadap Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Babat atas persoalan tersebut.

Redaksi: Yoyon
Editor: Mnd

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda