Penuh Makna dan Kebersamaan, Aqiqah Anak Sultan di Lamongan Meriah dengan Nuansa Budaya dan Nilai Spiritual


Lamongan, Radar CNN Online – Suasana penuh suka cita mewarnai pelaksanaan acara aqiqah “Anak Sultan” di Dusun Doro RT 03/RW 01, Desa Karangwedoro, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Warga tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang berlangsung meriah, sarat nilai budaya, dan makna spiritual.

Dalam ajaran Islam, aqiqah merupakan sunnah bagi orang tua yang dikaruniai anak, sebagai bentuk ibadah dan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran sang buah hati. Aqiqah juga dimaknai sebagai bentuk penebusan agar kelak anak dapat memberi syafaat kepada kedua orang tuanya. Ibadah ini dilakukan dengan menyembelih hewan kurban sebagai wujud syukur sekaligus meneladani sunnah Nabi Muhammad SAW.

Selain bernilai ibadah, aqiqah juga mengandung makna sosial — menumbuhkan rasa kedermawanan, mempererat tali silaturahmi, serta menjadi doa agar anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salihah.


Acara aqiqah kali ini dilaksanakan oleh pasangan Abdurrohman dan Putri Nur Fadhilah untuk kedua putri mereka, Melvyn Rayadinata Rohman dan Maureen Rayadinata Rohman, pada Minggu (5/10/2025). Kegiatan berlangsung meriah dengan dihadiri para tokoh masyarakat, keluarga besar, serta warga sekitar yang turut memberikan doa dan harapan agar kedua anak tersebut tumbuh menjadi anak yang salehah, berbakti kepada orang tua, agama, dan bangsa.

Abdurrohman, yang akrab disapa Ebo, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas limpahan rezeki dan kesempatan dapat melaksanakan aqiqah putri-putrinya.
“Alhamdulillah, kami bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kelapangan rezeki. Semoga kedua putri kami menjadi anak yang salehah, berbakti kepada agama, orang tua, serta berguna bagi bangsa dan negara,” ujarnya kepada awak media.

Aqiqah juga memiliki makna spiritual dan sosial yang dalam, antara lain:

Ungkapan Syukur kepada Allah: Bentuk rasa terima kasih atas karunia seorang anak.

Meneladani Sunnah Nabi: Mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW dalam bersyukur atas kelahiran anak.

Mempererat Silaturahmi: Daging hewan aqiqah dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat sebagai wujud kebersamaan.

Menanamkan Kedermawanan: Mengajarkan nilai berbagi kepada sesama.

Tebusan dan Doa untuk Anak: Diharapkan anak yang diaqiqahi kelak dapat memberi syafaat bagi kedua orang tuanya dan tumbuh menjadi pribadi yang saleh atau salihah.


Kemeriahan acara juga semakin lengkap dengan penampilan parade kuda, drumband, dan kesenian Reog Ponorogo Tirto Arum Putra Sejati. Pada malam harinya, hiburan dilanjutkan dengan pertunjukan Campursari Soetama Budaya.

“Selain sebagai ungkapan syukur, acara ini juga menjadi upaya untuk terus melestarikan kesenian dan budaya tradisional agar tetap hidup di tengah masyarakat,” tambah Ebo.

Warga tampak berbondong-bondong mengikuti prosesi hingga akhir acara. Mereka turut berbahagia dan memanjatkan doa agar kedua anak yang diaqiqahi tumbuh menjadi generasi yang salehah dan berakhlak mulia.

Dengan terlaksananya aqiqah ini, masyarakat diharapkan dapat terus meneladani sunnah Nabi Muhammad SAW, mempererat tali silaturahmi, memupuk rasa kedermawanan, serta menjaga kelestarian budaya lokal di tengah kehidupan modern.

Redaksi: Adji

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda