Lamongan, Radar CNN Online – Aktivitas tidak wajar terkait dugaan praktik pengurasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar dan pertalite kembali mencuat. Kali ini, sorotan mengarah ke SPBU 54.622.23 yang berlokasi di Jalan Raya Matup, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.
Di lokasi yang seharusnya menjadi titik distribusi energi bagi masyarakat kecil, justru ditemukan aktivitas yang diduga sebagai praktik pelangsiran BBM subsidi. Kegiatan tersebut disebut berlangsung terang-terangan tanpa rasa takut, seolah luput dari pengawasan.
Berdasarkan dokumentasi dan penelusuran awak media di lapangan, terlihat indikasi kuat adanya permainan distribusi solar dan pertalite subsidi. Sejumlah orang tampak tidak hanya mengisi BBM ke tangki kendaraan, melainkan mengalirkannya langsung ke dalam drum berukuran besar.
Drum-drum tersebut diangkut menggunakan kendaraan pick-up maupun sepeda motor, dan proses pengisian berlangsung di area dispenser tanpa upaya penyamaran.
Dalam rekaman dokumentasi tertanggal 7 April 2026 sekitar pukul 00.59 WIB, terlihat beberapa kendaraan, termasuk pick-up dan mobil, antre di jalur pengisian solar dan pertalite. Di bagian bak kendaraan, tampak tersusun sejumlah drum besar yang diduga digunakan untuk menampung BBM subsidi.
Jika benar BBM tersebut dialihkan oleh jaringan pelangsir untuk dijual kembali demi keuntungan pribadi, maka praktik ini berpotensi menjadi bentuk penyalahgunaan subsidi yang merugikan negara secara sistematis.
Sorotan publik kini tertuju pada SPBU 54.622.23 Tikung, Lamongan. Masyarakat menantikan langkah tegas dari pihak berwenang untuk mengusut dugaan praktik ini, sekaligus memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran.
Sebab, apabila penyalahgunaan BBM subsidi dibiarkan, yang dirugikan bukan hanya keuangan negara, tetapi juga masyarakat kecil yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama.

Posting Komentar