Sidoarjo, Radar CNN Online – Upaya klarifikasi yang dilakukan Perkumpulan Badan Advokat Solidaritas Merdeka Indonesia (PEMBASMI) terkait dugaan permintaan uang sebesar Rp6 juta dalam penanganan kasus judi online yang melibatkan anak di bawah umur di Polsek Tulangan, Sidoarjo, berujung pada pelaporan ke Seksi Propam Polres Sidoarjo.
Wakil Ketua Umum PEMBASMI, Teguh Puji Wahono, S.Psi., S.H., M.H., bersama Ketua DPD BASMI Jawa Timur, Hendra Setiawan, S.H., melaporkan Kanit Reskrim dan sejumlah anggota reserse Polsek Tulangan karena merasa diperlakukan tidak profesional saat melakukan kunjungan klarifikasi.
Merasa Tidak Nyaman Saat Klarifikasi
Kunjungan tersebut dilakukan pada Rabu, 8 Oktober 2025, sekitar pukul 20.00 WIB, dengan tujuan meminta penjelasan terkait dugaan pemerasan terhadap keluarga tersangka anak-anak. Namun, situasi di ruang Kanit Reskrim disebut menjadi kurang kondusif.
“Saat kami meminta klarifikasi, kami merasa kurang nyaman dengan situasi yang terjadi. Tiba-tiba sejumlah anggota reserse, sekitar delapan hingga sembilan orang, ikut masuk ke ruangan,” jelas Teguh Puji Wahono.
Menurutnya, kehadiran para anggota reserse tersebut, ditambah tatapan yang diarahkan kepada mereka, menimbulkan kesan intimidatif.
Hal lain yang disoroti dan menjadi dasar laporan PEMBASMI adalah tindakan salah satu anggota reserse yang diduga mengambil foto tanpa izin selama pertemuan berlangsung.
“Kami datang dengan niat baik untuk berkoordinasi dan mencari kebenaran. Namun, kami merasa ada tindakan yang melanggar etika dan profesionalitas. Pengambilan foto tanpa izin adalah hal yang sangat kami sesalkan,” tambah Teguh.
Atas perlakuan yang dianggap tidak profesional tersebut, pimpinan PEMBASMI memutuskan melaporkan Kanit Reskrim beserta sejumlah anggota reserse Polsek Tulangan ke Propam (Profesi dan Pengamanan) Polres Sidoarjo.
“Kami berharap Propam segera menindaklanjuti laporan ini dan melakukan investigasi menyeluruh, baik terkait dugaan pemerasan awal maupun perlakuan tidak profesional yang kami alami saat kunjungan. Penting bagi institusi Polri untuk menjaga kepercayaan publik,” tegas Teguh Puji Wahono.


Posting Komentar