Lamongan, Radar CNN Online – Komando Distrik Militer (Kodim) 0812 Lamongan menggelar doa bersama sebagai rangkaian peringatan Hari Juang TNI Angkatan Darat (AD) ke-80 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kodam V/Brawijaya. Acara bertema “TNI AD Manunggal Bersama Rakyat untuk Indonesia Bersatu, Berdaulat, Sejahtera, dan Maju” ini berlangsung khidmat di Masjid Al Arif Kodim 0812 Lamongan, Jumat (12/12/2025).
Kegiatan doa bersama dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0812 Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, dan dihadiri oleh seluruh personel militer serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kodim 0812 Lamongan.
Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo dalam sambutannya menyampaikan bahwa doa bersama tersebut memiliki makna penting bagi seluruh prajurit.
“Peringatan Hari Juang TNI AD dan HUT Kodam V/Brawijaya adalah momen untuk merenungkan kembali sejarah perjuangan para pahlawan, sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita. Melalui doa ini, kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar TNI AD, khususnya Kodim 0812 Lamongan, senantiasa diberi kekuatan, keselamatan, dan kemampuan dalam menjaga kedaulatan serta melindungi bangsa,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana introspeksi dan komitmen untuk meningkatkan profesionalisme serta memperkuat kemanunggalan TNI bersama rakyat.
Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan program rutin Jumat Berkah yang dilaksanakan Makodim 0812 Lamongan sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat kurang mampu. Pada kesempatan ini, Kodim 0812 menggelar makan soto bersama anggota dan masyarakat yang turut melaksanakan salat Jumat dan doa bersama.
Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, lancar, dan penuh kekhidmatan. Hal ini mencerminkan kesiapan Kodim 0812 Lamongan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada negara, sekaligus menjalin kedekatan dengan masyarakat.
Sebagai informasi, Hari Juang TNI AD diperingati setiap 15 Desember untuk mengenang peristiwa bersejarah Palagan Ambarawa, ketika Tentara Keamanan Rakyat (TKR) bersama rakyat berhasil merebut Ambarawa dari penjajah pada tahun 1945.

Posting Komentar