SAMPANG Radar CNN Online – Efektivitas kepemimpinan Kapolres Sampang, AKBP Hartono, kini tengah berada di bawah mikroskop publik. Meski sebelumnya sempat dilakukan tindakan tegas berupa penggerebekan, aktivitas judi balap kelereng nyatanya kembali marak dan beroperasi secara terang-terangan di wilayah hukum Polsek Kota Sampang.
Hasil investigasi lapangan mengungkap bahwa praktik perjudian ini tidak lagi bersembunyi. Sedikitnya tiga titik arena balap kelereng terdeteksi aktif kembali, yakni di Desa Aengsareh, Jalan Aji Gunung, dan Desa Pasean.
Ironisnya, ketiga lokasi tersebut berada di wilayah Kecamatan Sampang yang notabene merupakan jantung kabupaten dan memiliki akses yang sangat dekat dengan markas kepolisian.
Masyarakat setempat mengonfirmasi bahwa aktivitas ini telah menjadi rahasia umum yang berlangsung setiap hari dengan jadwal yang terorganisir.
“Ada mas, tiap sore sekitar jam 3, dan malam hari mulai jam 9 sampai selesai. Sudah biasa, kesannya hanya kucing-kucingan saja dengan petugas,” ujar salah satu sumber kepada media, Sabtu (24/1/2026).
Kondisi ini memicu spekulasi miring di tengah masyarakat. Penindakan yang pernah dilakukan sebelumnya dinilai hanya bersifat seremonial tanpa adanya pengawasan berkelanjutan (post-monitoring). Muncul kesan kuat adanya pembiaran yang mengakibatkan para pelaku judi tidak lagi memiliki rasa takut terhadap supremasi hukum.
Kembalinya penyakit masyarakat di lokasi yang sama mencoreng citra Polres Sampang. Kepemimpinan AKBP Hartono dianggap "tak bertaring" dalam memutus rantai perjudian hingga ke akar-akarnya. Kritik tajam pun berdatangan, menyebut kepolisian kehilangan taring dalam menjaga ketertiban umum.
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada respons resmi dari pihak Polres Sampang maupun Polsek Kota terkait maraknya kembali praktik ilegal ini. Sikap bungkam dari otoritas kepolisian setempat justru kian memperkeruh opini publik mengenai komitmen pemberantasan judi di wilayah Madura.
Publik kini mendesak adanya tindakan konkret yang memberikan efek jera, bukan sekadar penggrebekan sesaat demi formalitas. Jika situasi ini terus berlanjut tanpa evaluasi, desakan agar Polda Jawa Timur hingga Mabes Polri turun tangan diprediksi akan semakin menguat demi memulihkan wibawa institusi Polri di Kabupaten Sampang.
Redaksi:Aziz
Editor:Agl

Posting Komentar