Klarifikasi Tegas Kades Kedaung Barat: "Mobil Ambulance Desa Bukan dari Dana Desa, Itu Hibah Pribadi"

 


TANGERANG Radar CNN Online – Kepala Desa Kedaung Barat, Sarnin Ayub, secara tegas menepis isu miring mengenai dugaan penyimpangan Dana Desa tahun anggaran 2024 terkait pengadaan Mobil Ambulance Desa. Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat agar tidak menimbulkan kegaduhan.

Ayub menjelaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengalokasikan Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa (DD) untuk pembelian Mobil Ambulance Desa pada tahun 2024. Ia menekankan bahwa pengadaan aset desa bukanlah perkara sederhana yang bisa diputuskan secara sepihak.
"Pengadaan kendaraan operasional harus melalui mekanisme panjang, mulai dari pengajuan, rekomendasi dinas terkait, hingga proses lelang yang transparan sesuai undang-undang. Kami tidak menganggarkan itu karena memang anggaran desa tidak mencukupi," tegas Ayub, Kamis (29/01/2026).
Ia juga menambahkan bahwa setiap penggunaan dana wajib tercatat dalam RKPDes (Rencana Kegiatan Pembangunan Desa) melalui forum musyawarah dari tingkat dusun (Musdus) hingga tingkat desa (Musrenbangdes).

Menanggapi isu yang beredar, Ayub merinci bahwa realisasi ADD di Desa Kedaung Barat saat ini difokuskan pada penguatan operasional dan kesejahteraan aparatur desa, di antaranya:
  •  Penghasilan Tetap (Siltap) Kepala Desa dan Perangkat Desa.
  •  Insentif untuk Ketua RT dan RW.
  •  Tunjangan dan honorarium Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
  •  Biaya operasional kantor dan pengadaan alat tulis kantor (ATK).
"Semua berjalan sesuai koridor dan pos anggaran masing-masing. Setiap rupiah yang turun digunakan sesuai peruntukannya yang telah dievaluasi dan diaudit," tambahnya.
Terkait kebutuhan transportasi darurat, Ayub meluruskan bahwa Desa Kedaung Barat saat ini memang memiliki satu unit mobil ambulans. Namun, ia menegaskan bahwa kendaraan tersebut bukan dibeli menggunakan dana desa, melainkan hasil hibah pribadi.

Ayub berkomitmen bahwa ambulans tersebut akan tetap menjadi aset desa meskipun masa jabatannya berakhir kelak. Hal ini dilakukan demi menjamin pelayanan kesehatan warga tetap berjalan tanpa membebani kas negara.

Menutup keterangannya, Sarnin Ayub menyatakan bahwa fokus Pemerintah Desa Kedaung Barat saat ini adalah menuntaskan program prioritas lainnya, seperti:

1. Pengentasan Kemiskinan Ekstrem.

2. Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

3. Pembangunan infrastruktur desa yang berkelanjutan.

Redaksi:Ysf
Editor:Agl

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda