LAMONGAN Radar CNN Online– Teka-teki mengenai pemilik sepeda motor misterius yang ditemukan di atas Jembatan Bengawan Solo akhirnya terjawab. Sesosok jasad pria ditemukan mengapung di aliran sungai kawasan Desa Kuluran, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, pada Senin (26/1/2026) sore.
Jasad tersebut diduga kuat adalah Nur Afandi (32), seorang warga Dusun Tuyuh, Desa Pangkatrejo, yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Penemuan ini bermula saat seorang warga bernama Hanafi sedang menyabit rumput di tepi sungai. Di tengah aktivitasnya, ia dikejutkan oleh sosok tubuh manusia yang terbawa arus. Kejadian tersebut segera dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Kalitengah.
Kapolsek Kalitengah, AKP Heri Prasetyo Wibowo, memimpin langsung proses evakuasi bersama jajaran TNI dan warga setempat.
“Kami langsung mengevakuasi jenazah dan membawanya ke RSUD Lamongan untuk keperluan visum. Pihak keluarga juga sudah kami hubungi dan sempat membantu proses pengangkutan jenazah dari sungai,” ujar AKP Heri pada Selasa (27/1/2026).
Identitas korban terungkap melalui kesesuaian ciri fisik serta pakaian seragam satpam (baju kuning dan celana coklat) yang dikenakannya. Hal ini tenggelam dengan laporan orang hilang dan penemuan sepeda motor Honda Vario hitam bernopol S 4081 JCM pada Minggu dini hari (25/1/2026).
Sebelumnya, motor tersebut ditemukan terparkir tanpa pemiliknya di atas Jembatan Karanggeneng dengan kondisi:
- kontak masih menempel.
- Ditemukan handphone dan dompet berisi KTP atas nama korban di dalam jok.
- Motor ditinggalkan dalam keadaan tak bertuan sejak pukul 03.58 WIB.
Berdasarkan keterangan keluarga, Nur Afandi terakhir kali terlihat meninggalkan rumah pada Rabu (21/1/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Sejak saat itu, korban tidak kembali hingga akhirnya motornya ditemukan tentar dan jasadnya ditemukan suatu hari kemudian di aliran sungai yang sama.
Meskipun identitas korban telah teridentifikasi secara awal oleh keluarga dan petugas, penyebab pasti kematian korban masih menjadi tanda tanya. Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, menegaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman.
"Saat ini penyelidikan masih terus berjalan untuk mengetahui apakah ada unsur tindak pidana atau penyebab lain di balik kematian korban," tutupnya.
Redaksi:Team
Editor:Agl

Posting Komentar