LAMONGAN Radar CNN Online– Suasana mencekam di perairan Laut Jawa pada Minggu (18/1/2026) dini hari. Kapal nelayan KM Cipta Karya asal Desa Weru, Lamongan, tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi. Beruntung, meski sempat terombang-ambing selama berjam-jam, seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Setelah hampir dua pekan absen melaut akibat cuaca buruk, Fathul Munir (47) selaku nahkoda, memutuskan untuk berangkat mencari nafkah pada pukul 04.00 WIB. Namun, harapan membawa pulang hasil laut sirna saat mereka tiba di titik penangkapan sekitar pukul 08.00 WIB.
Saat proses menebar jaring dimulai, sebuah ombak besar menghantam lambung kapal secara tiba-tiba. Goncangan hebat tersebut membuat KM Cipta Karya kehilangan keseimbangan, terbalik, dan perlahan-lahan mulai tertelan samudera.
Di tengah situasi kritis, keempat nelayan menunjukkan semangat bertahan hidup yang luar biasa. Mereka menggunakan jeriken dan alat apung seadanya sebagai satu-satunya tumpuan di tengah gulungan ombak.
“Hampir dua jam kami terapung-apung. Kondisi gelombang sangat tinggi dan angin kencang terus menghantam, kami hanya bisa terus berusaha bertahan agar tidak terpisah,” kenang Fathul Munir.
Titik terang muncul sekitar pukul 10.45 LT ketika Kapal TAL STAR yang sedang menempuh perjalanan menuju Dermaga PT DOK Pantai Lamongan melintas di area tersebut. Sang nahkoda kapal besar tersebut melihat lambaian tangan dan mendengar teriakan minta tolong di perdamaian.
Tanpa membuang waktu, kapal TAL STAR melakukan manuver penyelamatan untuk menaikkan para korban ke atas geladak. Keempat nelayan tersebut akhirnya tiba di dermaga sekitar pukul 16.00 WIB dan disambut dengan tangis haru oleh keluarga di Desa Weru
Seluruh kru yang berhasil menyelamatkan adalah warga Desa Weru, Lamongan:
1. Fathul Munir (47) – Nahkoda
2. Kousun Nasir (51) – ABK
3. Adenan (54) – ABK
4. Fatah (44) / Miftahul – ABK
Sekretaris HNSI Lamongan, Ma'mun Murod , mengapresiasi aksi heroik kru Kapal TAL STAR. Namun, ia juga memberikan catatan keras mengenai keselamatan melaut.
- Kewaspadaan Cuaca: Nelayan dihimbau tetap mengomunikasikan rilis BMKG secara rutin.
- Peralatan Keselamatan: Kewajiban membawa jaket pelampung dan alat komunikasi darurat tidak bisa ditawar.
- Tindak Lanjut: Kapal tunda TB Alpha Satu telah dikerahkan ke lokasi untuk memantau bangkai kapal dan memastikan jalur pelayaran tetap aman.
Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan pendataan kerugian material sambil memastikan kondisi kesehatan para korban pulih sepenuhnya.
Redaksi:Ibnu
Editor: Agl

Posting Komentar