REMBANG, Radar CNN Online — Jalaludin, S.H., terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lindu Aji Adipati Tejokusumo Kabupaten Rembang untuk masa bakti 2026–2031. Penetapan tersebut disahkan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar pada Kamis (05/02/2026) di Rumah Makan Kebon Jati, Jalan Raya Pamotan, Kabupaten Rembang.
Terpilihnya kembali Jalaludin yang akrab disapa Jalal mencerminkan kepercayaan dan dukungan penuh dari seluruh pengurus cabang terhadap kepemimpinannya. Muscab tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum DPP Lindu Aji, Nanang Setyono, S.H., M.H., beserta jajaran pengurus DPC Lindu Aji Kabupaten Rembang.
Dalam sambutannya, Nanang Setyono mengapresiasi panitia pelaksana yang telah menyelenggarakan Muscab sesuai dengan ketentuan dan mekanisme organisasi. Ia menegaskan bahwa Muscab merupakan kewajiban organisasi sebagai bagian dari proses demokrasi internal.
“Muscab ini merupakan amanat organisasi. Harapannya, Lindu Aji Kabupaten Rembang ke depan semakin solid, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Nanang.
Sementara itu, Jalaludin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin DPC Lindu Aji Kabupaten Rembang.
“Kepercayaan ini merupakan amanah besar. Semoga beban kepemimpinan ini dapat kita pikul bersama demi kemaslahatan organisasi dan kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.
Jalaludin juga menegaskan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan segera menyusun struktur kepengurusan baru sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, dengan melibatkan kader-kader yang diakui dan berkomitmen terhadap visi misi DPC.
Selain itu, ia menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah serta mengawal kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Ke depan, DPC Lindu Aji Kabupaten Rembang di bawah kepemimpinannya akan fokus memperkuat peran organisasi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya melalui pendampingan dan pelatihan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Di tengah kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya stabil, diperlukan terobosan dan pendampingan yang berkelanjutan agar UMKM dapat terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Jalaludin.

Posting Komentar