Konflik Kepemimpinan Dinilai Meresahkan, Aliansi Peduli Sidoarjo Ultimatum Bupati dan Wakil Bupati

 

SIDOARJO, Radar CNN Online — Kesabaran masyarakat Sidoarjo dinilai telah berada di titik kritis. Aliansi organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Laskar Jenggolo / Aliansi Peduli Sidoarjo melontarkan pernyataan sikap keras dan terbuka terhadap Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo yang dianggap gagal menunjukkan kepemimpinan yang harmonis.

Aliansi menilai konflik di lingkaran pimpinan daerah tidak lagi dapat dianggap sebagai persoalan internal, melainkan telah menjadi ancaman serius terhadap stabilitas pemerintahan dan masa depan pembangunan Kabupaten Sidoarjo. Ketidakharmonisan di pucuk kepemimpinan disebut telah mencederai mandat rakyat serta membuka ruang bagi kepentingan-kepentingan liar yang berpotensi merusak arah kebijakan daerah.

“Kami cinta Sidoarjo. Kami adalah bagian dari masyarakat Sidoarjo. Dengan tegas kami menyatakan: Sidoarjo butuh kedamaian, bukan drama politik kekuasaan,” tegas aliansi dalam pernyataan sikapnya.

Aliansi secara terbuka menyampaikan bahwa rakyat tidak rela dijadikan korban ego, ambisi, dan pertarungan pengaruh antar elite daerah. Menurut mereka, kegaduhan politik yang terus dipertontonkan kepada publik hanya akan melahirkan stagnasi pemerintahan, ketidakpastian arah kebijakan, serta menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Lebih jauh, aliansi memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak memiliki kepentingan terhadap kesejahteraan rakyat, namun justru menunggangi situasi untuk keuntungan pribadi maupun kelompok.

“Masyarakat Sidoarjo membutuhkan kemakmuran, bukan konflik tanpa ujung. Kami menolak keras siapa pun yang mencoba menghancurkan Sidoarjo, baik dari dalam maupun dari luar lingkaran kekuasaan,” lanjut pernyataan tersebut.

Aliansi menegaskan bahwa yang dibutuhkan rakyat saat ini adalah kerja nyata dan pembangunan konkret, bukan saling sandera kewenangan, saling tuding, maupun pembiaran konflik politik yang berlarut-larut. Persoalan infrastruktur jalan, ekonomi rakyat, pelayanan publik, serta kesejahteraan sosial disebut tidak boleh lagi dikorbankan akibat pertikaian elite.

Pernyataan sikap ini sekaligus menjadi ultimatum politik dan moral kepada pimpinan daerah. Aliansi meminta Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo segera melakukan islah secara terbuka, menyatukan kembali kepemimpinan, serta menjalankan roda pemerintahan sesuai sumpah jabatan yang telah diikrarkan.

“Jika konflik ini terus dipelihara, maka rakyat berhak bersuara lebih keras. Kesabaran publik memiliki batas, dan perlawanan secara konstitusional dapat menjadi pilihan,” tegas aliansi.

Aliansi Peduli Sidoarjo menutup pernyataannya dengan pesan tegas tanpa kompromi:

Sidoarjo bukan panggung konflik kekuasaan. Sidoarjo adalah rumah rakyat yang harus dijaga, dibangun, dan dimakmurkan.

Redaksi: Team

Editor: Mnd

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda