Sidoarjo, Radar CNN Online – Praktik judi sabung ayam di Desa Pepe, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, kembali memicu perhatian publik. Meski sempat dibongkar dan dibakar oleh aparat gabungan pada 9 Februari 2026, arena perjudian tersebut kini dilaporkan telah berdiri kembali dengan bangunan yang lebih permanen dan terorganisir.
Pantauan di lapangan menunjukkan transformasi fisik arena yang kini menggunakan konstruksi kanopi besi, penutup terpal biru, serta tiga gelanggang beralas karpet hijau yang dikelilingi kursi besi. Kondisi ini menimbulkan kekecewaan warga yang menilai tindakan penertiban sebelumnya tidak memberikan efek jera.
Munculnya kembali arena ini juga diwarnai isu miring. Seorang warga mengklaim adanya oknum yang mengaku pejabat sempat menghubungi masyarakat untuk mempertanyakan kewenangan penutupan arena pasca pembakaran tempo hari.
Menanggapi situasi ini, Gus Aulia, Ketua LPK-RI DPC Kabupaten Gresik, memberikan pernyataan keras. Meski lokasi arena berada di wilayah tetangga, ia menegaskan praktik perjudian yang terang-terangan menantang hukum harus segera diberantas secara permanen karena merusak tatanan sosial masyarakat.
"Aparat penegak hukum di Sidoarjo jangan sampai kalah oleh oknum-oknum di balik arena sabung ayam ini. Hukum harus tegak lurus tanpa pandang bulu. Jika sudah dibongkar lalu berdiri lagi dengan bangunan lebih megah, itu namanya penghinaan terhadap wibawa aparat," tegas Gus Aulia.
Ia menambahkan, LPK-RI akan terus memantau perkembangan kasus ini demi kepentingan perlindungan tatanan masyarakat yang sehat. "Jangan biarkan alasan 'mencari nafkah' dijadikan tameng untuk melegalkan kemaksiatan dan pelanggaran Pasal 303 KUHP. Kami mendesak penutupan total tanpa kompromi," ujarnya.
Sejalan dengan desakan dari JPKPN DPC Sidoarjo melalui ketuanya, Muhammad Akbar Ali, masyarakat di Sedati menuntut langkah konkret dari Forkopimcam dan kepolisian setempat. Terlebih, sebentar lagi umat Muslim akan memasuki bulan suci Ramadan.
Warga khawatir jika arena ini tetap beroperasi, akan memicu gangguan ketertiban umum dan konflik sosial. Hingga berita ini diturunkan, publik masih menanti langkah nyata dari aparat penegak hukum (APH) untuk membuktikan komitmen mereka dalam memberantas perjudian di wilayah Sidoarjo.
Redaksi tetap memberikan ruang bagi para pihak untuk memberikan konfirmasi atau klarifikasi melalui WhatsApp Redaksi di 0822-5758-7374, demi menjaga keberimbangan berita.

Posting Komentar