TANGERANG Radar CNN Online – Proyek pemeliharaan rutin jalan milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tangerang memicu kritik pedas dari warga. Pasalnya, pengerjaan tambal sulam di ruas Jalan Raya Keboan Cabe Gaga, Kecamatan Pakuhaji, diduga dilakukan secara asal-asalan karena dipaksakan saat hujan deras mengguyur, Kamis (12/2/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, penggunaan material aspal instan untuk menutup lubang jalan tetap dilakukan meski kondisi jalan tergenang air. Alhasil, material aspal tersebut tidak menyatu dengan permukaan jalan lama dan langsung terkelupas saat dilindas kendaraan.
Langkah taktis yang seharusnya memperbaiki akses jalan ini justru dinilai sebagai pemborosan anggaran. Pasalnya, umur aspal hasil tambal sulam tersebut tidak bertahan lama; hanya berselang jam setelah dikerjakan, jalanan sudah kembali rusak.
Seorang pengguna jalan yang melintas mengeluhkan waktu pengerjaan yang dianggap tidak tepat, karena selain kualitas yang buruk, pengerjaan di saat hujan juga memicu kemacetan parah di jam pulang kerja.
“Perbaikan jalan itu standarnya bertahan berbulan-bulan. Tapi kalau pengerjaannya seperti ini—diguyur hujan dan langsung dilewati mobil—aspalnya tidak akan lengket. Lihat saja, yang baru ditambal tadi sudah rusak lagi. Ini cuma buang-buang uang saja,” keluhnya.
Kualitas pengerjaan yang sangat tipis dan tidak sesuai spesifikasi teknis ini coba dikonfirmasi kepada pelaksana di lokasi. Namun, para pekerja terkesan enggan memberikan penjelasan dan memilih untuk menghindar dari awak media.
“Kami hanya pekerja, Pak. Kami cuma mengikuti arahan dari atasan,” ujar salah satu pekerja singkat sembari melanjutkan aktivitasnya.
Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Tangerang maupun pihak kontraktor terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai standar operasional pengerjaan aspal di saat cuaca ekstrem tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah lebih memperketat pengawasan terhadap vendor atau pelaksana lapangan agar perbaikan jalan tidak sekadar formalitas, melainkan benar-benar mengutamakan kualitas demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Redaksi:Ysf
Editor:Agl

Posting Komentar