BANYUWANGI Radar CNN Online – Lantunan dzikir dan doa memadukan keheningan malam di Dusun Krajan II, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng. Ratusan jamaah tampak larut dalam kekhusyukan saat mengikuti kegiatan istighotsah rutin malam Minggu Wage yang digelar di Pondok Pesantren An-Nurul Qodiri, Banyuwangi.
Agenda spiritual ini menjadi bermakna karena dipimpin langsung oleh sang pendiri pondok pesantren, Kiyai Raden Tubagus Abdul Halim Al-Khowwas . Beliau yang dikenal sebagai ulama kharismatik, tidak hanya menjadi pemimpin doa, tetapi juga magnet spiritual bagi jamaah yang datang dari berbagai pelosok banyuwangi hingga luar daerah.
Sejak sore hari, kawasan pondok pesantren telah dikuasai oleh santri, tokoh agama, dan masyarakat umum. Dengan penuh khidmat, para jamaah mengikuti rangkaian munajat yang dipanjatkan secara berjamaah, memohon keselamatan, perlindungan, serta keberkahan dari Allah SWT untuk keluarga, lingkungan, dan bangsa.
Dalam tausiyahnya di sela-sela dzikir, Kiyai Raden Tubagus Abdul Halim Al-Khowwas menekankan pentingnya menjaga hubungan vertikal dengan Sang Pencipta ( Hablum Minallah ) sekaligus menjaga hubungan horizontal sesama manusia ( Hablum Minannas ).
“Kegiatan istighotsah ini bukan sekedar sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, namun juga menjadi wadah untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan di tengah masyarakat,” ujar beliau dengan penuh wibawa.
Tradisi istighotsah malam Minggu Wage ini telah menjadi agenda tetap yang terus dilestarikan oleh keluarga besar Ponpes An-Nurul Qodiri. Selain memberikan kesejukan batin bagi para pelakunya, kegiatan rutin ini diyakini memberikan dampak positif bagi kondusivitas lingkungan, menciptakan suasana yang aman, tenteram, dan penuh ketenangan.
Dengan semangat istiqomah, kegiatan ini diharapkan terus menjadi mercusuar spiritualitas bagi masyarakat luas, menyebarkan energi positif melalui kekuatan doa dan kebersamaan.
Redaksi:Gus Salim
Editor:Agl


Posting Komentar