TANGERANG Radar CNN Online– Di tengah pemeliharaan pengelolaan sampah yang kian kompleks, sebuah aksi nyata lahir dari akar rumput. Bukan melalui proyek besar, melainkan lewat semangat gotong royong antara aparat kewilayahan dan warga Perumahan Bukit Cikasungka, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, Rabu (01/04/2026).
Kesadaran akan kebersihan lingkungan mendorong Serda Didih S , Babinsa Desa Cikasungka, untuk turun langsung memandu pembangunan fasilitas pengelolaan sampah mandiri berupa bak pembakaran atau "bunker" sampah. Langkah ini diambil sebagai solusi konkret atas batasan sarana penampungan sampah rumah tangga di wilayah tersebut.
Permasalahan sampah yang kerap menumpuk di RT 03 RW 09 memicu kekhawatiran warga akan berdampak pada kesehatan dan keindahan lingkungan. Menangapi hal tersebut, Serda Didih bersama warga berinisiatif membangun fasilitas penampungan sementara secara swadaya.
“Tujuan utamanya adalah memudahkan warga mengelola sampah domestik agar tidak berserakan. Ini memang langkah kecil, namun sangat krusial untuk menjaga sanitasi lingkungan sebelum adanya sistem transportasi yang lebih optimal dari pihak terkait,” ujar Serda Didih di sela-sela kegiatannya.
Kegiatan ini membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat masih menjadi motor penggerak utama dalam pembangunan lokal. Warga secara mandiri menyumbangkan tenaga, peralatan, dan waktu demi mewujudkan lingkungan yang lebih sehat.
Rudi, salah satu perwakilan warga, mengungkapkan apresiasinya terhadap kehadiran Babinsa. Menurutnya, keterlibatan aktif aparat memberikan injeksi moral bagi warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Kehadiran Pak Babinsa bukan hanya sekedar mengawasi, tapi ikut bekerja bersama kami. Hal ini mempererat hubungan sosial dan membuat beban pekerjaan terasa lebih ringan,” ungkap Rudi.
Meski disadari bahwa pembakaran bunker ini merupakan solusi jangka pendek, dampaknya sangat signifikan bagi warga lokal. Risiko pencemaran lingkungan dapat ditekan, dan potensi munculnya penyakit akibat tumpukan sampah dapat diminimalisir.
Aksi di Desa Cikasungka ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Keberanian warga untuk bergerak mandiri menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam menghadapi persoalan serupa. Kini, harapannya adalah aksi swadaya ini dapat memicu perhatian lebih besar menuju sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan ramah lingkungan di masa depan.
Redaksi:Arif
Editor: Agl

Posting Komentar