LAMONGAN Radar CNN Online – Gema ayat suci Al-Qur'an menghiasi langit Desa Kebalan Kulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, pada Rabu (01/04/2026). Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Ihyaul Islam sukses menggelar prosesi Wisuda Purna Santri Putra dan Putri, sebuah seremoni yang menjadi saksi keberhasilan generasi muda dalam menuntaskan pendidikan dasar baca tulis Al-Qur'an.
Acara diawali dengan lantunan merdu ayat suci Al-Qur'an oleh perwakilan santri, yang langsung membawakan suasana khidmat bagi seluruh hadirin. Acara puncak ditandai dengan prosesi pelantikan para wisudawan di atas panggung melalui simbolisasi pemindahan tali toga serta penyerahan Syahadah (ijazah).
Untuk menguji kompetensinya, para santri juga mengikuti sesi uji publik hafalan surat-surat pendek di hadapan orang tua dan tamu undangan. Isak tangis haru pun pecah saat para wisudawan mengucapkan Ikrar Santri , berjanji untuk tetap istiqomah menjaga hafalan dan menjadikan Al-Qur'an sebagai kompas dalam kehidupan sehari-hari.
Pengasuh Pondok Pesantren, Kyai Mujip Hidayat , dalam tausiyahnya mengingatkan bahwa Al-Qur'an adalah bekal utama di tengah tantangan zaman. Senada dengan itu, Yudi Fendi, S.Pd.I , turut memberikan motivasi agar para wisudawan tidak cepat puas dan terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Kebalan Kulon, Andi Sudarsono, SE . Ia menegaskan bahwa peran TPQ Ihyaul Islam sangat vital dalam membentuk karakter dan moralitas generasi muda di desanya.
“TPQ adalah pilar penting bagi kemajuan desa. Melalui pendidikan agama yang kuat, kami sedang menyiapkan calon pemimpin masa depan yang berakhlak mulia,” ujar Andi Sudarsono.
Salah satu sesi yang paling menyentuh adalah doa bersama yang dipanjatkan khusus untuk keberkahan ilmu para santri. Doa juga ditujukan sebagai bentuk bakti kepada orang tua dan guru yang telah membimbing tanpa lelah.
Tak lupa, pihak pengurus TPQ mengumpulkan doa khusus bagi para Wakif (pemberi wakaf) tanah dan bangunan tempat para santri menimba ilmu. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas amal jariyah yang telah memungkinkan fasilitas pendidikan ini berdiri kokoh hingga sekarang.
Sebagai bentuk syukur, acara dimeriahkan dengan berbagai penampilan kreativitas santri, mulai dari paduan suara Islami hingga puitisasi Al-Qur'an yang menyentuh hati. Rangkaian acara diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama antara guru, wali murid, dan tokoh masyarakat, menandai babak baru bagi para santri untuk menyebarkan cahaya Al-Qur'an di lingkungan masing-masing.
Redaksi:Rohim
Editor:Agl

Posting Komentar