GRESIK Radar CNN Online – Infrastruktur jalan paving di Dusun Glindah Tengah, Desa Glindah, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, kini tengah menjadi sorotan tajam. Proyek pavingisasi yang diduga baru rampung beberapa tahun lalu itu dilaporkan telah mengalami kerusakan parah di sejumlah titik. Kondisi ini memicu tanda tanya besar dari masyarakat terkait kualitas pengerjaan dan transparansi penggunaan anggaran yang bersumber dari Dana Desa, Kamis (21/5/2026).
Warga menilai laju kerusakan jalan tersebut sangat tidak wajar untuk ukuran proyek yang tergolong baru. Di tengah masyarakat, mulai berembus dugaan adanya penggunaan material paving berkualitas rendah serta metode pengerjaan yang tidak memenuhi standar teknis. Alih-alih memperlancar mobilitas warga, jalur alternatif yang menjadi urat nadi aktivitas desa ini sekarang justru membahayakan para pengguna jalan.
Merespons keresahan tersebut, masyarakat mendesak Inspektorat Kabupaten Gresik dan jajaran Pemerintah Kecamatan Kedamean untuk segera turun langsung ke lapangan. Pengecekan secara menyeluruh dinilai krusial guna mengungkap penyebab pasti kerusakan, apakah murni karena faktor alam, lemahnya pengawasan, atau justru adanya indikasi penyelewengan dalam pelaksanaan proyek.
Apalagi, Dana Desa yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat sejatinya dialokasikan untuk mendongkrak kesejahteraan warga melalui infrastruktur yang andal, bukan untuk menjadi ajang spekulasi atau ladang keuntungan oknum tidak bertanggung jawab. Pemerintah Pusat sendiri secara konsisten memperingatkan bahwa segala bentuk penyalahgunaan uang rakyat akan berhadapan langsung dengan hukum.
Warga juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu jika nantinya ditemukan unsur kelalaian, penggelembungan anggaran (mark-up), ataupun pengerjaan yang asal jadi. Dalam hal ini, Kepala Desa maupun pihak pelaksana kegiatan harus bertanggung jawab penuh apabila terbukti merugikan masyarakat dan negara.
Melalui riak protes ini, warga berharap Pemerintah Kabupaten Gresik tidak menutup mata. Kritik keras dari arus bawah ini menjadi alarm pengingat bagi seluruh pemangku kebijakan, bahwa pembangunan desa bukan sekadar formalitas seremonial, melainkan investasi jangka panjang yang kemanfaatannya harus benar-benar dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Redaksi:Team
Editor:Agl

Posting Komentar