Diduga Dapat Intimidasi Saat Liputan, Wartawan Mengaku Dipaksa Hapus Foto dan Video di Lokasi Pembagian BBM Gratis

 

Surabaya, Radar CNN Online – Seorang wartawan mengaku mengalami intimidasi saat melakukan peliputan kegiatan pembagian bahan bakar minyak (BBM) gratis di kawasan Kertajaya Tengah, Surabaya. Peristiwa tersebut terjadi di sekitar pos polisi dekat terowongan rel kereta arah timur Kertajaya, tepatnya di area sebelah kanan pom bensin setempat.

Menurut keterangan wartawan tersebut, awalnya dirinya melintas dari arah timur dan melihat kerumunan masyarakat serta para pengemudi ojek online (ojol-ojol) di lokasi. Karena penasaran, ia berhenti untuk mencari informasi mengenai kegiatan yang sedang berlangsung.

“Saya berhenti karena melihat banyak orang berkerumun. Setelah saya tanya ke beberapa orang di lokasi, informasinya ada pembagian bensin gratis,” ungkapnya.

Saat mencoba melakukan dokumentasi dan peliputan, situasi mendadak berubah. Beberapa orang yang diduga panitia atau pihak penyelenggara disebut langsung melarang dirinya mengambil gambar.

“Mereka tanya saya dari mana. Saya jawab kalau saya dari media. Tapi malah dilarang meliput dengan alasan katanya berita media sering diselewengkan,” ujarnya.

Wartawan tersebut mengaku sempat mencoba menjelaskan bahwa tidak semua media memiliki niat buruk dan meminta agar tidak berprasangka negatif terlebih dahulu. Namun situasi disebut semakin memanas ketika dirinya diminta menghapus seluruh foto dan video yang telah diambil.

“Saya sempat bilang, media yang mana yang dimaksud? Jangan langsung berpikiran negatif. Tapi mereka tetap meminta seluruh foto dan video dihapus,” katanya.

Bahkan, menurut pengakuannya, sempat terjadi aksi dorong dan upaya perebutan telepon genggam miliknya. Dalam situasi sendirian dan merasa tertekan, ia akhirnya memilih menghapus seluruh dokumentasi demi menghindari keributan lebih lanjut.

“HP saya sempat jatuh karena mau direbut untuk dihapus. Karena saya sendirian, akhirnya saya mengalah dan menghapus semua foto dan video liputan tersebut,” tuturnya.

Peristiwa ini memunculkan keprihatinan terkait kebebasan pers dan keamanan wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik di lapangan. Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti siapa penyelenggara kegiatan pembagian BBM gratis tersebut maupun alasan pelarangan peliputan terhadap awak media.

Redaksi: Team
Editor: Mnd

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda