JAKARTA Radar CNN Online– Kebijakan strategis yang diadopsi Presiden Prabowo Subianto dinilai bukan sekadar program sektoral biasa, melainkan sebuah manifestasi dari "Trilogi Ketahanan" yang dirancang sebagai arsitektur masa depan bangsa. Gagasan komprehensif ini bertujuan untuk mendirikan fondasi Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan di tengah eskalasi ketidakpastian global yang bergerak dinamis.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Kesatria Muda Respublika, Iwan Bento Wijaya, menegaskan bahwa kerangka pembangunan nasional ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni human development (pembangunan manusia), independent power (kemandirian energi), dan circular economy (ekonomi sirkular). Ketiganya saling terintegrasi untuk menjawab tantangan modern, mulai dari penetrasi artificial intelligence (AI) hingga penguatan basis produksi domestik.
"Trilogi Ketahanan ini adalah bentuk nyata kehadiran negara. Kita tidak boleh lagi hanya fokus menyelesaikan persoalan taktis hari ini, melainkan harus melompat jauh ke depan dengan mempersiapkan kualitas generasi masa depan, memandirikan sektor energi, dan membentengi ekonomi kerakyatan dari guncangan eksternal," tegas Iwan Bento Wijaya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/5/2026).
Pada pilar pertama, Iwan memaparkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus dibersihkan dari cara pandang sempit yang menganggapnya sebatas pemenuhan konsumsi harian. Program ini merupakan intervensi medis dan sosial yang fundamental di tengah tingginya angka stunting di Indonesia. Kebijakan ini adalah fondasi krusial demi mencetak SDM yang sehat, cerdas, dan kompetitif agar generasi muda siap mengendalikan teknologi AI secara etis tanpa kehilangan jati diri kebangsaan.
Sementara pada pilar kedua, urgensi independent power muncul sebagai jawaban atas rapuhnya ketahanan energi nasional terhadap fluktuasi geopolitik global. Langkah strategis yang ditawarkan adalah desentralisasi ketenagalistrikan dan optimalisasi potensi lokal—termasuk migas dan energi alternatif. Targetnya jelas, setiap provinsi harus memiliki daya topang energinya sendiri agar Indonesia tidak mudah didekte oleh tekanan internasional.
Terakhir, penguatan ekonomi arus bawah dikunci melalui pilar circular economy yang mengintegrasikan dapur penyedia Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, dan Kampung Nelayan Merah Putih dalam satu ekosistem ekonomi mikro. Rantai pasok yang solid ini memberikan jaminan kepastian pasar bagi hasil panen petani, peternak, serta tangkapan nelayan lokal.
Menurut Iwan, ketika produksi rakyat terserap secara sistemik oleh struktur benteng ekonomi di tingkat akar rumput, Indonesia otomatis memiliki daya tahan yang tinggi dalam menghadapi resesi. Kesatria Muda Respublika memandang konsistensi eksekusi dari Trilogi Ketahanan ini sebagai jangkar utama yang menentukan kedaulatan, kekuatan fiskal, dan martabat Indonesia di panggung dunia.
Redaksi:Aziz
Editor:Agl

Posting Komentar