LAMONGAN, Radar CNN Online – Sektor pertanian di wilayah Kabupaten Lamongan terus memperkuat barisannya demi menghadapi tantangan ketahanan pangan ke depan. Langkah nyata ini ditunjukkan melalui gelaran Musyawarah Tokoh Masyarakat Petani Kecamatan Modo yang dilaksanakan pada Senin (25/5/2026).
Bertempat di aula pertemuan setempat, musyawarah yang berlangsung dinamis ini mempertemukan para tokoh masyarakat petani se-Kecamatan Modo, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta Koordinator Dinas Pertanian Kecamatan Modo. Agenda utama dalam pertemuan besar ini adalah Pembentukan Pengurus Anak Cabang (PAC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan.
Kehadiran tiga elemen penting ini—petani sebagai pelaku utama, PPL sebagai jembatan teknologi, dan Dinas Pertanian sebagai representasi regulasi pemerintah—menandakan adanya komitmen yang kuat untuk membangun ekosistem pertanian lokal yang lebih solid dan terintegrasi.
Musyawarah Mufakat: Didik Purnomo Lanjutkan Estafet Kepemimpinan
Setelah melalui proses diskusi dan musyawarah mufakat yang mengedepankan asas kekeluargaan, forum secara resmi menyepakati pembentukan pengurus PAC HKTI Kecamatan Modo untuk masa bakti periode 2026–2031.
Hasilnya, Didik Purnomo kembali dipercaya oleh forum untuk menduduki posisi Ketua. Bagi Didik, ini merupakan periode lanjutan setelah pada masa jabatan sebelumnya ia dinilai berhasil menahkodai organisasi ini dengan baik dan mampu menjembatani aspirasi para petani di tingkat bawah.
Untuk mendukung roda organisasi selama lima tahun ke depan, Didik Purnomo akan didampingi oleh Purwanto yang terpilih sebagai Sekretaris, dan Suratman yang diamanahi posisi sebagai Bendahara. Kombinasi pengurus ini diharapkan mampu membawa PAC HKTI Modo menjadi organisasi yang lebih modern, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan petani.
Berikut adalah struktur inti kepengurusan PAC HKTI Kecamatan Modo periode 2026–2031:
- Ketua : Didik Purnomo
- Sekretaris : Purwanto
- Bendahara : Suratman
Tantangan sektor pertanian ke depan dinilai tidak mudah, mulai dari isu ketersediaan pupuk, perubahan iklim, hingga stabilitas harga pascapanen. Oleh karena itu, kehadiran PAC HKTI Modo yang baru dibentuk ini membawa angin segar sekaligus harapan besar bagi masyarakat lokal.
Dalam sambutan perdananya pasca terpilih kembali, Ketua PAC HKTI Kecamatan Modo, Didik Purnomo, menyampaikan visi besarnya. Ia menekankan bahwa organisasi ini bukan sekadar papan nama, melainkan harus menjadi wadah pemecah masalah (problem solver) bagi kaum tani.
"Dengan terbentuknya PAC HKTI periode 2026–2031 ini, kami berharap mampu menjadi organisasi yang memberikan solusi bersama untuk kesejahteraan para petani. Fokus utama kami adalah membantu meningkatkan hasil panen para petani di Kecamatan Modo. Ini penting guna mempercepat perwujudan program strategis pemerintah, yaitu Swasembada Pangan," tegas Didik di hadapan para peserta musyawarah.
Di sisi lain, pihak Koordinator Dinas Pertanian Kecamatan Modo bersama jajaran PPL menyambut baik terbentuknya kepengurusan yang baru ini. Menurut mereka, keberadaan HKTI di tingkat kecamatan sangat krusial sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyosialisasikan program-program pertanian, mengawal distribusi bantuan, serta melakukan pendampingan intensif di lapangan.
Dengan telah resminya kepengurusan PAC HKTI Kecamatan Modo periode 2026–2031 ini, diharapkan sinergi antara petani, penyuluh, dan dinas terkait dapat berjalan lebih harmonis demi mewujudkan Kecamatan Modo sebagai salah satu lumbung pangan andalan di Kabupaten Lamongan.
Redaksi: Stp
Editor: Mnd


Posting Komentar