BANGKALAN Radar CNN Online — Gejolak melanda internal organisasi kedinasan di Pulau Madura. Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bersama komunitas jurnalis di Kabupaten Bangkalan mengecam keras sekaligus mendesak pencopotan Ketua Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bangkalan, H. Abdul Munib. Tuntutan ini mencuat akibat adanya dugaan ketidaktransparanan dalam pengelolaan anggaran organisasi.
Aksi protes dari gabungan LSM dan wartawan ini bermula dari adanya keluhan para guru di bawah naungan PGRI Bangkalan terkait kenaikan iuran wajib anggota. Pihak media dan LSM menilai jajaran pengurus tidak bersikap terbuka mengenai rincian alokasi serta penggunaan dana yang telah terkumpul dari para tenaga pendidik tersebut.
Hingga saat ini, pihak eksternal terus menyoroti dan menuntut kejelasan laporan keuangan secara terperinci demi menjaga marwah serta integritas organisasi profesi guru tersebut.
Ketegangan di ruang publik semakin memuncak setelah Ketua PGRI Bangkalan, Abdul Munib, memberikan tanggapan atas gelombang kritik yang dialamatkan kepadanya, Kamis (28/5/2026). Bukannya meredam situasi, pernyataan tertulis maupun lisan yang dikeluarkannya justru dinilai menyinggung, menyudutkan, dan merendahkan profesi jurnalis serta LSM yang tengah menjalankan fungsi kontrol sosial mereka.
Konflik ini kian meruncing setelah upaya kontrol sosial dari awak media direspons secara kontroversial oleh Ketua PGRI. Hal ini memicu gelombang desakan dari elemen pers dan LSM agar kasus dugaan penyelewengan dana ini diusut secara profesional, objektif, dan terang benderang di mata publik.
Gabungan aliansi masyarakat sipil dan pers di Kabupaten Bangkalan menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam atas respons defensif tersebut. Mereka menuntut pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi total, demi mengembalikan kepercayaan para guru dan masyarakat terhadap organisasi PGRI Bangkalan.
Redaksi:Mzl
Editor:Agl

Posting Komentar