Tragedi di Gempolkurung: Pemuda 22 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Kos, Polsek Menganti Imbau Warga Tak Berspekulasi

GRESIK Radar CNN Online– Warga Dusun Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, digegerkan oleh penemuan jasad seorang pemuda di dalam kamar kosnya pada Kamis (19/6/2026). Korban yang diduga kuat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri ini merupakan seorang perantau asal Kabupaten Bojonegoro.

Identitas korban diketahui bernama Mohammad Arifin (22), warga RT 005/RW 002, Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro. Insiden tragis ini langsung memicu perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian saat proses evakuasi berlangsung.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, jajaran Polsek Menganti bergerak cepat. Petugas kepolisian bersama Tim Identifikasi (Inafis) Polres Gresik langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Didampingi oleh Babinsa Koramil Menganti, jasad korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju RSUD Ibnu Sina Gresik. Evakuasi ini dilakukan guna proses visum et repertum untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Ketua RT setempat, Sumarno, membenarkan bahwa korban merupakan warga pendatang yang menyewa kamar kos di wilayahnya.

 "Korban berasal dari Bojonegoro dan tinggal di kos di sini. Namun, kami tidak mengetahui secara pasti motif atau masalah apa yang sedang dihadapinya hingga nekat melakukan tindakan seperti ini," ujar Sumarno.

Kapolres Gresik melalui Kapolsek Menganti, AKP Arif Rahman, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa kasus ini tengah ditangani secara intensif oleh unit reskrim.

"Personel kami telah mengamankan TKP terkait penemuan jasad pria yang diduga meninggal akibat gantung diri. Saat ini, penyidik masih melakukan penyelidikan yang mendalam," jelas AKP Arif Rahman.

Hingga saat ini, motif di balik tindakan nekat pemuda berusia 22 tahun tersebut masih misteri. Pihak kepolisian terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pemilik kos serta kerabat dekat korban, demi mengungkap fakta utuh di balik tragedi ini.

Guna mencegah berkembangnya opini liar di tengah masyarakat, Kapolsek Menganti mengimbau warga dan netizen agar bijak dalam menyikapi peristiwa ini dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

"Kami meminta masyarakat tetap tenang dan memberikan ruang bagi aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional dan objektif. Jangan sebarkan informasi yang belum jelas agar tidak menimbulkan keresahan," pungkasnya.

Tragedi memilukan ini menjadi perhatian serius bagi aparat penegak hukum. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kepekaan sosial dan sikap saling peduli antar-sesama, terutama terhadap para perantau yang hidup jauh dari keluarga.

Redaksi:Team

Editor:Agl

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda