Rindang dan Tutupi PJU, Pohon di Jalan Raya Kutabumi Dinilai Ancam Keselamatan Warga

 

TANGERANG Radar CNN Online– Keberadaan pohon di sepanjang jalur hijau jalan raya idealnya berfungsi sebagai peneduh sekaligus paru-paru kota yang menyaring polusi. Namun, jika dibiarkan tumbuh liar tanpa perawatan rutin, pepohonan tersebut justru bertransformasi menjadi ancaman serius bagi keselamatan para pengguna jalan.

Kondisi mengkhawatirkan ini terlihat jelas di sepanjang Jalan Raya Kutabumi, Kelurahan Kutabaru, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten. Berdasarkan pantauan di lapangan, pepohonan di kawasan tersebut sudah tumbuh terlalu tinggi dan rimbun. Dampaknya, dahan-dahan pohon kini menutupi Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU), sehingga membuat kawasan tersebut gelap dan rawan saat malam hari.

Minimnya perawatan berkala memicu kesan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang kurang responsif terhadap potensi bahaya ini. Pepohonan yang dibiarkan tak terurus dikhawatirkan dapat tumbang sewaktu-waktu.

Keresahan ini diakui oleh Rudi, salah seorang warga Kelurahan Kutabaru. Ia mengaku selalu merasa waswas setiap kali melintasi jalur tersebut.

"Takutnya tumbang disambar angin kencang. Bahaya banget kalau sampai menimpa warga atau kendaraan yang lewat. Tolonglah segera dipangkas, jangan menunggu ada korban jiwa baru bergerak," ungkap Rudi dengan nada khawatir.

Senada dengan warga, Plt. Ketua DPC Perkumpulan Wartawan Fast Respon Nusantara (PW FRN) Kabupaten Tangerang, Alexander Salembun, turut angkat bicara. Ia mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang untuk segera menerjunkan petugas ke lokasi.

"Kami meminta DLH Kabupaten Tangerang secepatnya melakukan pemangkasan pohon di sepanjang Jalan Raya Kutabumi ini. Sangat besar kemungkinan pohon tumbang atau dahan patah saat hujan deras disertai angin kencang, dan ini mengancam nyawa pengendara," tegas pria yang akrab disapa Alex tersebut, Minggu (5/7/2026).

Tak hanya masalah pohon, mantan jurnalis JurnalNasional.id ini juga menyoroti estetika kawasan Kutabumi yang dinilai masih jauh dari kata asri. Selain pemangkasan pohon, ia meminta dinas terkait segera menata keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menjamur di bahu jalan.

Menurut Alex, keberadaan PKL yang tidak tertata tersebut membuat kawasan terkesan kumuh dan memicu penyempitan badan jalan. Kondisi ini jelas mengganggu kenyamanan serta hak para pejalan kaki, pesepeda, hingga pengendara kendaraan bermotor yang melintas.

Redaksi:Ysf

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda