Sempat Memanas, Aksi FPPN di Aeropolis Berakhir dengan Audiensi Bersama Manajemen

 

TANGERANG Radar CNN Online– Suasana sempat memanas saat massa dari Forum Persatuan Pemuda Neglasari (FPPN) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Apartemen Aeropolis, Kota Tangerang, Selasa (7/7/2026). Gesekan sempat terjadi ketika pihak luar yang berada di sekitar lokasi berupaya menghalangi aksi pembakaran ban, yang memicu ketegangan di barisan pengunjuk rasa.

Namun, situasi berhasil diredam dengan cepat setelah koordinator lapangan mengambil alih komando dan mengimbau massa untuk tetap menjaga ketertiban. Aksi kemudian berlanjut secara kondusif hingga perwakilan pengunjuk rasa diperkenankan memasuki area manajemen untuk menyampaikan lima tuntutan utamanya.

Dalam audiensi tersebut, pihak manajemen Aeropolis memberikan klarifikasi terkait sejumlah isu krusial yang disorot masyarakat:

  • Terkait Fasos dan Fasum: Manajemen mengeklaim telah menyerahkan lahan seluas 1.000 meter persegi melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) untuk kebutuhan TPU Selapajang. Pihak manajemen berkomitmen untuk kembali menyerahkan lahan tambahan seluas kurang lebih 3.000 meter persegi sesuai kebutuhan masyarakat.
  • Perizinan Air Tanah: Pihak pengelola menegaskan bahwa operasional air bawah tanah telah memiliki izin resmi dan rutin melakukan pembayaran kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku. Mereka menyarankan pihak terkait untuk melakukan konfirmasi langsung kepada organisasi perangkat daerah (OPD) berwenang.
  • Praktik Penyewaan Unit: Manajemen menyatakan telah melarang kebijakan penyewaan unit secara harian. Kendati demikian, mereka mengakui adanya tantangan hukum dari pihak penyewa maupun kuasa hukum dalam proses penertiban di lapangan, seraya mempersilakan instansi terkait untuk melakukan penegakan aturan jika diperlukan.

Koordinator aksi, Thoriq Arfansyah, mengapresiasi kesediaan manajemen untuk membuka ruang dialog. Namun, ia menekankan bahwa pihaknya tidak akan berhenti pada janji lisan.

“Penjelasan ini baru langkah awal. Kami menuntut transparansi berupa dokumen resmi dan langkah konkret. FPPN akan terus mengawal lima tuntutan ini sampai ada kepastian hukum yang jelas bagi masyarakat,” tegas Thoriq.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat dalam proses penyerahan fasilitas sosial serta umum agar tidak menjadi polemik di masa depan.

Di sisi lain, Orator Lapangan Heri Mauludin menegaskan komitmen FPPN untuk tetap menjaga aksi tetap damai dan menolak segala bentuk provokasi.

“Kami berhasil mengendalikan massa agar tidak terprovokasi oleh pihak luar. Jika tidak ada perkembangan nyata atas tuntutan ini, kami siap kembali turun ke lapangan dengan aksi yang lebih besar, namun tetap akan kami lakukan dengan tertib dan sesuai koridor hukum yang berlaku,” pungkas Heri.

Redaksi:Safiuddin

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda