LAMONGAN, Radar CNN Online -- Lapas Kelas IIB Lamongan mendadak dikepung oleh aparat gabungan dari Kodim 0812, Polres, Subdenpom Lamongan, hingga Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik. Pengepungan ini merupakan aksi razia kilat untuk menyisir habis keberadaan Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba (Halinar) di dalam sel tahanan.
Seluruh kamar dan blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) diperiksa secara total dan menyeluruh oleh petugas. Meski sempat memicu ketegangan di antara para narapidana, operasi bersenjata lengkap ini membuahkan hasil mengejutkan: petugas sama sekali tidak menemukan narkoba, ponsel ilegal, maupun barang terlarang lainnya.
Kepala Lapas Kelas IIB Lamongan, Andi Hasyim, menegaskan bahwa aksi mendadak ini adalah bukti nyata komitmennya untuk tidak memberi ruang bagi penyelundup. "Sinergi ini adalah kekuatan kami untuk melakukan deteksi dini. Pengawasan berkala maupun insidentil akan terus kami lakukan tanpa kompromi," cetus Andi. Selasa 22 September 2026.
Di sisi lain, Kepala BNNK Gresik, Suharsi, yang ikut memimpin jalannya pemeriksaan mengapresiasi kebersihan Lapas Lamongan dari barang haram. Namun, ia mengingatkan agar petugas tidak lengah karena modus peredaran narkoba terus berkembang. "Pemberantasan narkotika butuh kolaborasi. Kami siap terus menyokong Lapas Lamongan agar tetap bersih," ujar Suharsi.
Operasi pembersihan berskala besar ini berakhir dengan aman, tertib, dan kondusif, sekaligus menjadi peringatan keras bagi siapapun yang mencoba melanggar aturan di dalam Lapas.
Redaksi: Team

Posting Komentar