Papan Proyek Dinilai Janggal dan Kepsek Sulit Ditemui, Revitalisasi Rp600 Juta di SMAS PGRI Ngimbang Disorot

LAMONGAN Radar CNN Online – Program Revitalisasi Sekolah Menengah Atas Tahun Anggaran 2026 di SMAS PGRI Ngimbang, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, menjadi sorotan warga dan awak media, Jumat (18/9/2026).

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Sekolah Menengah Atas dengan jenis pekerjaan rehabilitasi tiga ruang kelas. Nilai kegiatan tercantum sebesar Rp600.567.000, bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dan disalurkan langsung ke rekening lembaga SMAS PGRI Ngimbang.

Dalam papan tersebut juga tercantum waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender, terhitung mulai 18 Agustus 2026.

Namun, sejumlah hal terkait pelaksanaan proyek tersebut dipertanyakan warga.

Papan Informasi Disebut Baru Dipasang

Warga menyebut papan informasi proyek baru terlihat terpasang ketika pekerjaan fisik telah berjalan cukup jauh, bahkan diperkirakan mencapai sekitar 60 persen.

Kondisi tersebut dipertanyakan karena papan informasi proyek seharusnya menjadi sarana keterbukaan informasi mengenai kegiatan, sumber anggaran, nilai pekerjaan, serta waktu pelaksanaan.

Nama Pelaksana Tidak Tercantum

Selain persoalan waktu pemasangan, warga juga mempertanyakan tidak dicantumkannya nama atau pihak pelaksana kegiatan pada papan informasi.

Warga membandingkan dengan sejumlah proyek revitalisasi sekolah lainnya yang mencantumkan P2SP (Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan) sebagai pelaksana.


Ketiadaan informasi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme pelaksanaan rehabilitasi tiga ruang kelas tersebut, termasuk pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaannya.

Kepala Sekolah Belum Berhasil Dikonfirmasi

Upaya awak media untuk meminta klarifikasi kepada Kepala SMAS PGRI Ngimbang, H. Prapto, SE., S.Pd., MM., hingga berita ini ditulis belum membuahkan hasil.

Menurut informasi yang diperoleh di lapangan, kepala sekolah disebut belum dapat ditemui dengan alasan sedang memiliki keperluan lain, salah satunya terkait aktivitas panen tembakau.

Namun, informasi tersebut belum dapat dikonfirmasi secara langsung kepada yang bersangkutan.

Sementara itu, muncul pula isu di tengah masyarakat mengenai dugaan penggunaan atau pengelolaan dana kegiatan untuk keperluan di luar pekerjaan rehabilitasi. Informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum terverifikasi.

Seorang warga sekitar meminta adanya keterbukaan mengenai penggunaan anggaran proyek tersebut.

“Kami hanya ingin transparan. Anggaran Rp600 juta untuk rehab tiga ruang kelas harusnya jelas speknya. Papan informasi saja disebut baru dipasang dan tidak ada pelaksananya. Kalau memang ada isu penggunaan dana untuk keperluan lain, kami berharap ada pemeriksaan atau audit agar semuanya jelas,” ujar warga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SMAS PGRI Ngimbang mengenai waktu pemasangan papan informasi, mekanisme pelaksanaan, rincian penggunaan anggaran, maupun isu yang berkembang di masyarakat.

Awak media masih berupaya mendapatkan hak jawab dan klarifikasi dari pihak sekolah.

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur selaku pembina SMA serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga diharapkan dapat melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan, transparan, dan akuntabel.

Redaksi: Gini

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda