PERLOKI Serukan Perlindungan Pedagang Rokok Lokal dan Solusi Ekonomi Rakyat


SURABAYA, Radar CNN Online — Persatuan Pedagang Rokok Lokal Indonesia (PERLOKI) menyerukan pentingnya perlindungan terhadap pedagang rokok lokal yang selama ini menggantungkan kehidupan keluarganya dari perdagangan skala kecil.

PERLOKI menilai persoalan yang dihadapi pedagang kecil tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas perdagangan, tetapi juga menyangkut persoalan ekonomi masyarakat, keterbatasan lapangan pekerjaan, dan kebutuhan akan kepastian hukum.

Para pedagang kecil, menurut PERLOKI, pada umumnya menjalankan usaha untuk memperoleh penghasilan sehari-hari. Keuntungan yang diperoleh pun relatif kecil, bahkan sebagian pedagang hanya mendapatkan sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 dari setiap bungkus yang terjual.

Di tengah kondisi lapangan pekerjaan yang dinilai masih terbatas, PERLOKI meminta pemerintah menghadirkan solusi yang dapat menjaga keberlangsungan mata pencaharian masyarakat kecil sekaligus tetap menghormati ketentuan hukum yang berlaku.

Atas dasar aspirasi tersebut, PERLOKI akan menggelar aksi penyampaian pendapat dan audiensi pada Senin, 12 Oktober 2026, pukul 10.00 WIB. Aksi direncanakan dimulai dari depan Kantor Gubernur Jawa Timur di Jalan Pahlawan, Surabaya, dan bergerak menuju Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur.

Aksi tersebut diperkirakan diikuti sekitar 10.000 massa. Koordinator aksi terdiri dari Fuad Cholil, S.H., Da Asis, dan Khoirun.

Dalam aksi tersebut, PERLOKI akan menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan instansi terkait agar persoalan pedagang rokok lokal dapat dibahas melalui dialog dan musyawarah.

PERLOKI juga meminta agar proses pengawasan dan penertiban terhadap masyarakat kecil dilakukan secara humanis, proporsional, transparan, serta memberikan kepastian mengenai aturan yang harus dipatuhi oleh pedagang.

Koordinator aksi menegaskan bahwa gerakan tersebut bukan dimaksudkan untuk menempatkan masyarakat di atas hukum. Sebaliknya, PERLOKI mendorong adanya titik temu antara penegakan hukum dan perlindungan ekonomi masyarakat kecil.

PERLOKI berharap Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat mengambil peran dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan membuka program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan penertiban ketika melakukan aktivitas ekonomi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.

“Pedagang kecil tidak meminta perlakuan istimewa. Mereka hanya ingin bekerja, mendapatkan kepastian hukum, dan memperoleh kesempatan untuk mencari rezeki bagi keluarganya,” menjadi pesan utama yang akan dibawa PERLOKI dalam penyampaian aspirasi tersebut.

PERLOKI mengajak seluruh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap ekonomi rakyat untuk mengawal aspirasi tersebut secara damai, tertib, santun, dan bertanggung jawab.

Melalui aksi tersebut, PERLOKI berharap lahir ruang dialog antara masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, aparat penegak hukum, dan Bea Cukai untuk mencari solusi yang mampu menjaga kepentingan negara sekaligus memberikan perlindungan dan kepastian bagi pedagang kecil.

PERLOKI menegaskan: ekonomi rakyat harus tumbuh, pedagang kecil harus mendapatkan kepastian, dan penegakan hukum harus berjalan bersama dengan solusi bagi masyarakat.

Redaksi: Aziz

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda