Surabaya, Radar CNN Online - Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) kembali mencatatkan momentum bersejarah di kancah nasional, Ketua Umum PSHT Pusat, Dr. Ir. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc secara resmi memenuhi undangan kehormatan untuk menghadiri Majelis Tahkim (Kongres Nasional) Ke-42 Syarikat Islam yang diselenggarakan di Jatim Expo, Surabaya, Minggu (18/10/2026).
Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Sekretaris Jenderal Syarikat Islam (SI), Ferry Juliantono bersama Presiden Syarikat Islam, Hamdan Zoelva membuka secara resmi Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 yang berlangsung 18-20 Oktober 2026.
Hadir dalam kongres tersebut, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Presiden SI Hamdan Zoelva, Utusan Khusus Presiden Muhammad Mardiono, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Wakil Menkop Farida Farichah, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Amirsyah Tambunan, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari.
Hadirnya Mas Taufiq beserta jajaran Pengurus Pusat, di antaranya Dwi Suntoro, Joko Hartono, serta satuan Pengamanan Khusus [Pamsus] di deretan kursi VIP bukanlah sekadar kunjungan seremonial biasa, melainkan momen tapak tilas sejarah dan penyatuan kembali ideologi luhur bangsa.
Dalam silaturahmi tersebut, para petinggi Syarikat Islam (termasuk Presiden SI Dr. Ferry J. Juliantono dan Sekjen Dr. Hamdan Zoelva) memberikan penghormatan khusus kepada PSHT.
Mereka sangat memahami akar sejarah yang kuat antara kedua organisasi besar ini, seperti dicatat dalam tinta emas sejarah pergerakan nasional, Pendiri PSHT, Ki Hadjar Hardjo Oetomo, merupakan aktivis militan dan tokoh penggerak Sarekat Islam (SI) di Madiun pada era 1920-an.
Semangat perlawanan terhadap penindasan yang dipelajari Ki Hadjar Hardjo Oetomo di SI itulah yang kemudian beliau tiupkan ke dalam ruh pencak silat Setia Hati Terate.
Seusai acara, Mas Taufiq menyampaikan refleksi mendalamnya kepada jajaran internal, bahwa sebagai generasi penerus kita harus tetap melanjutkan semangat kemerdekaan.
"Ideologi kita dengan Syarikat Islam ternyata beresonansi kuat. Tema kongres mereka tentang 'Kemerdekaan Sejati' sangat sejalan dengan Wasiat dan Mukadimah PSHT." Jelas Taufiq.
Pencak Silat juga merupakan sarana untuk mempertebal kepercayaan diri, dan mengenal diri pribadi, dan bukan wadah untuk unjuk kesombongan.
"Hakikat kita diajari pencak silat bukan untuk gagah-gagahan, melainkan agar kita mampu menyingkap tabir mutiara di dalam diri, mengoptimalkan seluruh potensi yang diamanahkan Tuhan, dan menjadi manusia merdeka yang seutuhnya untuk Memayu Hayuning Bawana." Tegas Taufiq.
Ke depan, kepengurusan PSHT di bawah Dr. Ir. Muhammad Taufiq SH. M.Sc berkomitmen untuk menjalin sinergi dan diskusi yang lebih intensif dengan Syarikat Islam.
Perpaduan antara dakwah ekonomi (pemberdayaan umat) ala SI dan pendidikan karakter budi luhur ala PSHT diharapkan mampu menjadi mesin penggerak kemajuan bangsa demi mewujudkan Indonesia yang merdeka, berdaulat, dan bersatu.
Kehadiran resmi Ketua Umum PSHT di forum kenegaraan dan keumatan tingkat tinggi ini menjadi bukti nyata bahwa kebenaran dan legalitas akan selalu menemukan tempat terhormatnya.
Kegiatan nasioanl ini mengusung tema agung, "Dakwah Ekonomi Menuju Kemerdekaan Sejati". Mari rapatkan barisan, sejarah telah membuktikan bahwa SH Terate lahir dari rahim perjuangan bangsa, dan ke sana energi perjuangan harus kita curahkan.
Redaksi: Team

Posting Komentar