LAMONGAN, Radar CNN Online – Terkait pemberitaan media Radar CNN sebelumnya yang berjudul “Dampingi Terduga Pelaku Pencabulan”, seorang perangkat Desa Moropelang yang juga berprofesi sebagai advokat diduga tidak terima dengan pemberitaan tersebut dan mencoba mengintimidasi wartawan yang menulis berita. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (06/11/2026).
Zakaria Al Anshori merupakan perangkat Desa Moropelang aktif yang menjabat sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan sekaligus berprofesi sebagai advokat atau pengacara. Sementara itu, wartawan yang menulis pemberitaan tersebut adalah Yoyon.
Pemberitaan tersebut muncul berdasarkan fakta di lapangan, di mana Anshori (sapaan akrab perangkat Desa Moropelang) diketahui menjadi kuasa hukum terlapor yang diduga sebagai pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur.
Sebelumnya, orang tua korban dalam sebuah video yang beredar menyampaikan bahwa Anshori mengaku sebagai pengacara dari salah satu organisasi besar di negeri ini. Menanggapi hal tersebut, Anshori kemudian membuat klarifikasi melalui sebuah video. Dalam klarifikasinya, ia menyatakan tidak pernah mengaku sebagaimana yang disampaikan dan membantah telah melakukan intimidasi terhadap orang tua korban.
Namun, pernyataan tersebut kini menjadi sorotan setelah muncul komunikasi melalui WhatsApp antara Anshori dan wartawan Radar CNN.
Menurut Yoyon, pada Jumat pagi pukul 06.01 WIB dan 06.23 WIB, dirinya menerima pesan WhatsApp dari Anshori yang mempertanyakan kapasitasnya sebagai wartawan.
Berikut isi pesan tersebut:
Pukul 06.01 WIB:
Kapasitas sampean nulis itu sebagai apa?
Apa punya izin sebagai wartawan?
Pukul 06.23 WIB:
Apa sampean pernah ikut pendidikan wartawan?
Pesan tersebut kemudian dijawab oleh Yoyon pada pukul 07.08 WIB.
Saya dapat izin dari perusahaan media yang saya ikuti.
Bukan kapasitas sampean tanya seperti itu. Sampean bukan penegak hukum.
Komunikasi tersebut kemudian berlanjut. Anshori diduga menyampaikan pesan bernada intimidatif kepada Yoyon selaku wartawan Radar CNN.
Berikut isi pesannya pada pukul 07.17 WIB:
Saya sudah cek siapa panjenengan. Saya sudah tahu siapa panjenengan, mulai A hingga Z.
Masih mau main dengan saya?
Rangkaian pesan tersebut menjadi perhatian pihak wartawan Radar CNN. Yoyon menilai komunikasi itu sebagai bentuk tekanan terhadap dirinya dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Ia juga menilai kejadian tersebut perlu menjadi perhatian, terlebih sebelumnya orang tua korban telah menyampaikan dugaan adanya intimidasi. Meski demikian, dugaan tersebut perlu dilihat berdasarkan fakta dan bukti yang ada.
"Seperti perangkat Desa Moropelang ini sudah terbiasa mengintimidasi, sehingga mungkin tidak merasa bahwa perkataannya merupakan bentuk intimidasi. Sebagai seorang pengacara, seharusnya ia mampu mengendalikan emosi dan bersikap profesional. Jangan sampai rekam jejaknya sebagai advokat justru dipertaruhkan," ungkap Yoyon.
Sementara itu, Direktur Utama Radar CNN, Abah Edy Macan, menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan perlindungan dan mengawal wartawan yang berada di bawah naungan medianya.
"Apa yang dilakukan oleh oknum perangkat Desa Moropelang yang juga berprofesi sebagai pengacara tersebut sangat mencederai kebebasan pers," ungkap Abah Edy Macan.
"Kami akan mengawal wartawan kami, bahkan hingga proses hukum berjalan, jika hal tersebut dimungkinkan," pungkas Abah Edy Macan.
Redaksi: Yoyon



Posting Komentar