Ansor Dragon Boat Cup 2026: Menggali Potensi Sport Tourism di Bengawan Jero Lamongan

 

LAMONGAN Radar CNN Online – Gemuruh suara dayung dan sorak-sorai penonton menyatukan ketenangan Sungai Bengawan Jero, Desa Blawi, Kecamatan Karangbinangun, Minggu (08/02/2026). Sebanyak 16 tim dayung perahu naga berlaga dalam ajang Ansor Dragon Boat Cup 2026, sebuah kompetisi yang digelar untuk menyemarakkan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU).

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lamongan dengan PAC Gerakan Pemuda (GP) Ansor Karangbinangun ini bukan sekedar ajang adu kecepatan, melainkan langkah strategi untuk memajukan sektor sporttourism dan ekonomi kerakyatan.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang hadir membuka acara tersebut, menegaskan bahwa karakteristik geografis Bengawan Jero sangat ideal untuk pengembangan wisata berbasis olahraga air.
“Bengawan Jero memiliki potensi luar biasa. Ke depan, kami berencana menjadikan lomba dayung ini sebagai agenda tahunan. Targetnya jelas: melibatkan lebih banyak atlet dan pelaku UMKM agar roda ekonomi masyarakat sekitar bergerak lebih cepat,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut.
Selain dampak ekonomi, Bupati juga menekankan sisi edukasi lingkungan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan menumbuhkan kesadarannya untuk menjaga kelestarian dan kebersihan aliran sungai sebagai aset daerah.

Ketua Panitia, Fathur Rohman, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta melebihi ekspektasi. Tercatat 16 tim dari berbagai wilayah di Jawa Timur berkompetisi di lintasan sepanjang 300 meter.
  • Pencarian Bakat: Ajang ini menjadi wadah menjaring atlet dayung potensi lokal.
  • Dampak Ekonomi: Selain lomba, hadir pula Festival Jajanan Bengawan Jero yang memfasilitasi para pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk mereka.
“Kami berharap dukungan pemerintah daerah terus berlanjut, terutama dalam penyediaan sarana latihan bagi para atlet agar bakat-bakat lokal bisa berbicara di level yang lebih tinggi,” harap Fathur.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Timur, Hadi Wawan Guntoro, turut memberikan apresiasi. Ia menilai olahraga di Lamongan telah berhasil bertransformasi menjadi industri kreatif.
“Cara seperti ini adalah contoh nyata bagaimana olahraga mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga. Ini model yang positif untuk direplikasi di daerah lain,” tuturnya.
Perayaan satu abad NU di Karangbinangun ini membuktikan bahwa semangat organisasi dapat bersinergi dengan pembangunan daerah, menciptakan keselarasan antara tradisi, prestasi, dan kesejahteraan masyarakat.

Redaksi:Ibnu
Editor: Agl

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda