Probolinggo Radar CNN Online – Tonggak kepemimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2025–2030 resmi dimulai. Prosesi pengukuhan yang dirangkai dengan Ta’aruf Pengurus dan Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) 2026 ini berlangsung khidmat di Aula Universitas Islam Zainul Hasan (Unzah) Genggong, Kraksaan, pada Rabu (11/02/2026).
Kepengurusan baru yang dinakhodai oleh KH Abdul Wasik Hannan sebagai Ketua Umum ini dikukuhkan langsung oleh Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, KH Abdullah Samsul Arifin. Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, jajaran Forkopimda, serta para alim ulama dan tokoh agama se-Kabupaten Probolinggo.
Dalam sambutannya, Sekda Ugas Irwanto menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan pemerintah dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Ia berharap MUI terus konsisten menjalankan peran strategisnya.
"MUI memiliki peran ganda yang sangat krusial: sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan shadiqul hukumah (mitra pemerintah). Kami berharap pengurus yang baru dilantik mampu menjaga akidah dan moral umat dengan penuh integritas, loyalitas, dan kebijaksanaan," ujar Ugas Irwanto.
Sekda juga mengapresiasi pelaksanaan Muskerda sebagai ruang konsolidasi untuk melahirkan langkah konkret, mulai dari pembinaan moral hingga penguatan ekonomi syariah lokal.
Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo, KH Abdul Wasik Hannan, mengungkapkan bahwa kepengurusan periode ini mengalami penguatan signifikan secara kuantitas dan kualitas. Dari 84 pengurus di periode sebelumnya, kini MUI diperkuat oleh 150 pengurus yang siap berjuang lintas sektor.
"Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan ikrar bersama untuk menjalankan amanah sesuai garis organisasi. Kami ingin memastikan kehadiran MUI benar-benar dirasakan manfaatnya sebagai perekat ukhuwah islamiyah, wathaniyah, dan insaniyah," tegas Kiai Wasik.
Wakil Ketua Umum MUI Jawa Timur, KH Abdullah Samsul Arifin (Gus Aab), memberikan pesan mendalam mengenai prinsip ta’awun (saling melengkapi) dan hurriyah (independensi). Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah daerah sangat bergantung pada hubungan harmonis antara ulama dan pemerintah.
"Ulama harus kuat di kapasitasnya, dan pemerintah harus kuat di tugasnya. Jika keduanya berjalan beriringan, masyarakat akan sejahtera. MUI harus tetap independen, memastikan setiap fatwa dan keputusan murni demi kemaslahatan umat tanpa intervensi kepentingan pragmatis," jelasnya.
Sebagai pelengkap rangkaian acara, dilakukan pula peresmian Wisma Tamu Pascasarjana Unzah Genggong. Prosesi pengguntingan pita dilakukan oleh Sekda Ugas Irwanto didampingi jajaran pengurus MUI dan Rektor Unzah, KH Abdul Azis Wahab, sebagai simbol dukungan terhadap pengembangan sarana pendidikan Islam di Kabupaten Probolinggo.
Dengan pengukuhan ini, MUI Kabupaten Probolinggo siap melangkah lebih progresif dalam mengawal moralitas masyarakat serta menjadi benteng kerukunan antarumat beragama di wilayah setempat.
Redaksi:Syl
Editor:Agl


Posting Komentar