Dinilai Berpengalaman dan Konsisten dalam Perjuangan Kebangsaan, Gus Muhaimin Didukung Pimpin PBNU pada Muktamar ke-35


Jombang, Radar CNN Online – Perhelatan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang direncanakan berlangsung pada Agustus 2026 mulai memunculkan berbagai dinamika dan pandangan dari kalangan kader maupun elemen santri di lingkungan Nahdliyin. Salah satunya datang dari Aliansi Santri Gus Dur yang menyatakan dukungannya kepada Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin untuk memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dalam pernyataannya yang disampaikan di Jombang, Senin (11/05/2026), Aliansi Santri Gus Dur menilai Muktamar NU merupakan forum demokrasi tertinggi bagi para ulama, kiai, santri, kader, dan seluruh keluarga besar warga Nahdlatul Ulama di Indonesia.

Menurut mereka, dinamika menjelang Muktamar mulai menghangat karena muncul berbagai evaluasi terhadap kepemimpinan Ketua Umum PBNU saat ini, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Sejumlah pihak disebut menilai kepemimpinan Gus Yahya belum mampu membawa marwah dan jati diri NU sebagai organisasi ulama yang kuat secara kelembagaan dan mampu menjadi jembatan kemaslahatan umat serta rakyat Indonesia.

Aliansi Santri Gus Dur juga menilai gaya kepemimpinan yang selama ini dibangun dinilai belum sepenuhnya mencerminkan semangat demokrasi sebagaimana diwariskan oleh Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Mereka menyoroti adanya dinamika di internal organisasi, mulai dari proses pemilihan kepengurusan di sejumlah tingkatan hingga mekanisme penerbitan surat keputusan (SK) yang dianggap belum berjalan ideal dan demokratis.

Selain itu, kepemimpinan PBNU saat ini juga dinilai belum maksimal dalam mendorong ruang berpikir kritis bagi kader Nahdlatul Ulama dalam mengawal isu kebangsaan, sosial, dan kemasyarakatan.

Ketua Aliansi Santri Gus Dur, Muhamad Sholihin, yang juga merupakan alumni Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, mengatakan bahwa untuk mengembalikan marwah dan jati diri organisasi NU diperlukan figur dari kalangan dzuriyah atau keturunan para muassis Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, dari sejumlah tokoh yang ada, Gus Muhaimin dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman panjang baik di organisasi, legislatif, maupun pemerintahan.

“Gus Muhaimin mempunyai perjalanan panjang sebagai aktivis pergerakan Nahdlatul Ulama, pernah beberapa kali menjadi anggota DPR RI, hingga dipercaya Presiden Prabowo Subianto menjadi Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia,” ujar Muhamad Sholihin.

Ia menilai pengalaman politik dan organisasi yang dimiliki Gus Muhaimin menjadi modal penting untuk membawa NU menjadi organisasi yang lebih solid, dinamis, terbuka, dan demokratis.

Selain itu, Gus Muhaimin juga dinilai memiliki karakter kepemimpinan yang konsisten terhadap dinamika sosial, politik kebangsaan, dan kemanusiaan sebagaimana semangat perjuangan para pendiri NU terdahulu.

Aliansi Santri Gus Dur berharap kepemimpinan PBNU ke depan mampu memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam memperjuangkan kemaslahatan umat, keadilan sosial, serta penegakan hukum demi terciptanya kesejahteraan masyarakat Indonesia secara menyeluruh.

Redaksi: Team
Editor: Mnd

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda