PASURUAN, Radar CNN Online – Ketua MADAS Sedarah Kota Pasuruan, J. Abdullah Makhlukh atau yang akrab disapa H. Fikar, bersama tokoh masyarakat Pantura, Komisi I, II, dan III DPRD Kota Pasuruan serta Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Pasuruan menggelar rapat terbatas guna membahas kesiapan pelaksanaan tradisi Petik Laut Kota Pasuruan serta penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Pasar Besar, Senin (22/6/2026).
Rapat yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan tersebut membahas sejumlah langkah strategis untuk mendukung kelancaran agenda tahunan Petik Laut sekaligus menciptakan ketertiban dan kenyamanan di kawasan Pasar Besar Kota Pasuruan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala UPTD Pasar Besar, Agus, mengimbau para pedagang kaki lima yang masih berjualan di luar area pasar agar segera menempati lapak yang telah disediakan di dalam pasar.
"Kami mengajak seluruh PKL untuk masuk ke dalam area pasar karena lapak sudah tersedia dan disiapkan. Hal ini dilakukan demi menciptakan ketertiban, kenyamanan, serta mendukung penataan kawasan pasar yang lebih baik," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan, H. Baharuddin Akbar, menekankan pentingnya pendekatan yang humanis dan kekeluargaan dalam proses penataan PKL. Menurutnya, langkah persuasif harus menjadi prioritas agar tidak terjadi gesekan maupun benturan antar pedagang.
"Penataan harus dilakukan secara bijaksana dengan mengedepankan dialog dan pendekatan kekeluargaan. Tujuannya agar semua pihak dapat menerima kebijakan yang diambil tanpa menimbulkan konflik di lapangan," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua MADAS Sedarah Kota Pasuruan, H. Fikar, S.Pd.I., menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah dan para pedagang sangat diperlukan dalam mendukung keberhasilan program penataan pasar.
"Kami mendukung penuh upaya pemerintah dalam menata PKL, namun harus dilakukan dengan pendekatan persuasif. Lapak yang sudah dibangun di dalam pasar harus dimanfaatkan dengan baik agar tidak mangkrak dan dapat memberikan manfaat bagi para pedagang maupun masyarakat," ungkapnya.
Selain membahas penataan PKL, rapat juga menyoroti kesiapan pelaksanaan tradisi Petik Laut yang merupakan agenda budaya tahunan masyarakat pesisir Kota Pasuruan. H. Fikar menegaskan bahwa MADAS Sedarah Kota Pasuruan mendukung penuh terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari pelestarian budaya dan tradisi masyarakat nelayan.
"Petik Laut merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Kami siap mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini agar berjalan aman, tertib, dan sukses," pungkasnya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh pihak yang hadir sepakat untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama demi terciptanya Kota Pasuruan yang tertib, nyaman, serta tetap menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat.
Redaksi: Aziz
Editor: Mnd

Posting Komentar