Abah Edy Macan Apresiasi Polres Probolinggo dan Keluarkan Instruksikan Tegas untuk Seluruh DPC MADAS Sedarah Se-Jatim

PROBOLINGGO Radar CNN Online — Sebuah video berdurasi singkat yang merekam aksi warga Desa Triwungan, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, saat mengamankan tujuh orang (enam pria dan satu perempuan) mendadak viral di media sosial serta grup perpesanan WhatsApp pada Rabu malam (14/10/2026).

Dalam rekaman yang beredar, rombongan tersebut sempat diteriaki warga sebagai perampok. Selain itu, muncul tudingan bahwa mereka merupakan oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan wartawan dari salah satu media yang diduga hendak melakukan pemerasan.

Menanggapi situasi tersebut, pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan ketujuh orang tersebut guna mencegah eskalasi massa dan mengantisipasi aksi main hakim sendiri.

Plt. Kasi Humas Polres Probolinggo, Ipda Widy Purwa Apriantoro, membenarkan bahwa ketujuh orang tersebut telah diboyong ke Mapolres Probolinggo sejak Rabu malam.

“Pengamanan ini dilakukan untuk mencegah situasi berkembang lebih luas, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta menghindari kemungkinan terjadinya tindakan main hakim sendiri di lokasi kejadian,” ujar Ipda Widy saat dikonfirmasi, Kamis (15/10/2026).

Meski video tersebut memicu beragam spekulasi di tengah publik, pihak kepolisian menegaskan bahwa dugaan perampokan maupun pemerasan belum terbukti secara hukum. Penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif untuk mendalami latar belakang, kronologi, serta akar perselisihan antara warga dan rombongan tersebut.

“Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan kepada publik setelah terdapat hasil pemeriksaan yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Widy.

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua DPP MADAS Sedarah Bidang Hubungan Pemerintahan, TNI, dan Polri, Abah Edy Macan, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polres Probolinggo atas tindakan cepat dan terukur dalam mengamankan situasi.

Ia juga mengapresiasi jajaran DPC MADAS Sedarah Kabupaten Probolinggo yang sigap membantu meredam persoalan, khususnya terkait dugaan penyalahgunaan nama organisasi maupun profesi jurnalis oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Menurut Abah Edy Macan, wartawan adalah profesi terhormat yang memiliki tanggung jawab besar dalam menyajikan informasi berkualitas kepada publik. Oleh karena itu, nama baik pers tidak boleh dicoreng oleh oknum yang memanfaatkan identitas jurnalis untuk kepentingan pribadi, intimidasi, maupun pemerasan.

“Apabila nantinya terbukti ada unsur pemerasan, penyalahgunaan identitas wartawan, hingga indikasi penyalahgunaan narkotika, saya meminta agar proses hukum ditegakkan secara tegas, profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Setiap orang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” tegas Abah Edy Macan.

Ia menekankan bahwa penanganan perkara ini harus dilakukan secara cermat dan berbasis fakta agar tidak menimbulkan kesalahpahaman publik maupun merusak nama baik lembaga pers dan ormas.

Tak hanya merespons insiden di Probolinggo, Abah Edy Macan juga mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh pengurus dan anggota MADAS Sedarah di wilayah Jawa Timur. Ia melarang keras adanya ruang bagi oknum yang mengatasnamakan organisasi untuk melakukan tindakan melawan hukum.

“Saya tegaskan kepada seluruh jajaran MADAS Sedarah: apabila menemukan oknum yang diduga menyalahgunakan nama organisasi atau profesi wartawan untuk mengintimidasi dan memeras, segera kumpulkan bukti yang sah dan laporkan ke aparat penegak hukum! Jangan sekali-kali bertindak main hakim sendiri,” perintahkan Abah Edy.

Ia menambahkan, organisasi masyarakat harus hadir membawa manfaat, menjaga ketertiban umum, serta mendukung penegakan hukum.

“Ini merupakan perintah tegas dari saya, Abah Edy Macan. Kita harus berdiri di atas kebenaran, menjaga marwah organisasi, menghormati insan pers yang bekerja sesuai Kode Etik Jurnalistik, dan mendukung TNI-Polri dalam melindungi masyarakat. MADAS Sedarah harus menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari persoalan,” pungkasnya.

Seiring beredarnya potongan video di media sosial, Polres Probolinggo mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu atau kabar burung yang belum terverifikasi kebenarannya.

Masyarakat diharapkan memberikan ruang dan kepercayaan penuh kepada aparat kepolisian untuk menuntaskan pemeriksaan secara transparan demi memberikan kepastian hukum dan menjaga suasana kondusif di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Hingga berita ini diturunkan, ketujuh orang tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Probolinggo.

Redaksi:Leo

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda