Atasi Krisis Sampah, Keberadaan TPST di Lamongan Jadi Solusi Pengurangan Gas Metana dan Sumber Energi Baru

LAMONGAN Radar CNN Online— Keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) kini menjadi kebutuhan krusial bagi sebuah daerah. Tidak sekadar menjadi fasilitas penampungan, TPST hadir sebagai solusi strategis untuk mengatasi krisis penumpukan sampah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Fungsi utama TPST adalah sebagai penyaring (filter) awal agar hanya sampah residu yang diteruskan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan demikian, beban TPA yang kerap mengalami kelebihan kapasitas (overcapacity) dapat ditekan secara signifikan.

Selain mengurangi resiko pencemaran akibat emisi gas metana dan air lindi (cairan beracun dari pembusukan sampah), TPST juga mendorong penerapan ekonomi sirkular. Sampah yang diolah dapat ditransformasikan menjadi produk bernilai ekonomi dan sumber energi baru, seperti pupuk kompos, Refuse Derived Fuel (RDF/bahan bakar alternatif), serta Material Daur Ulang (MDU).

Dalam merespons kebutuhan pengelolaan sampah modern, Kabupaten Lamongan saat ini mengandalkan dua TPST berskala besar:

  1. TPST Samtaku Lamongan (Tambakrigadung): Beroperasi dengan kapasitas pengolahan mencapai 60 ton sampah per hari.
  2. TPST Dadapan (Solokuro): Saat ini masih dalam tahap pembangunan (on progress) dengan target kapasitas pengolahan hingga 50 ton sampah per hari.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan, progres pembangunan TPST Dadapan telah mencapai sekitar 35 persen. Kawasan ini nantinya dilengkapi dengan bangunan utama pengolahan, fasilitas penunjang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta landfill.

Kehadiran TPST Dadapan juga diproyeksikan memberikan dampak sosial-ekonomi positif dengan menyerap 30 hingga 35 tenaga kerja dari masyarakat lokal Solokuro dan sekitarnya.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyambut baik pengembangan infrastruktur pengolahan sampah modern ini. Menurutnya, penggunaan teknologi modern pada TPST akan mempercepat dan mempermudah proses pemilahan sejak sampah pertama kali masuk.

"Alhamdulillah, TPST ini dibangun dengan teknologi modern sehingga pemilahan sampah bisa dilakukan secara langsung dan lebih efisien. Dengan kapasitas hingga 50 ton per hari, TPST Dadapan akan sangat membantu mengurangi beban TPA di Lamongan. Semoga keberadaannya membawa keberkahan dan kemanfaatan nyata bagi seluruh masyarakat," ujar Bupati Yuhronur Efendi.

Dengan pengelolaan yang terpadu dan berbasis teknologi, Kabupaten Lamongan optimistis mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan bernilai guna bagi generasi mendatang.

Redaksi:Yoyon

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda