LAMONGAN Radar CNN Online— Dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan Nasional 2026, SD Negeri Dagan menggelar kegiatan pengenalan kesenian tradisional Tongklek khas Desa Dagan pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan guna menumbuhkan kecintaan serta melestarikan warisan budaya lokal di kalangan para siswa sejak dini.
Sebagai bentuk rasa bangga terhadap identitas daerah, seluruh guru dan murid tampak kompak mengenakan pakaian adat khas Lamongan sepanjang acara berlangsung.
Acara diawali dengan sambutan dari Kepala SD Negeri Dagan, Karminto, S.Pd. Dalam arahannya, beliau mengajak seluruh murid untuk mengenal, menghargai, dan menjaga kelestarian budaya daerah agar tidak tergerus oleh zaman dan tetap dikenal oleh generasi penerus.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa tidak hanya mengenal, tetapi juga tumbuh rasa bangga dan memiliki terhadap warisan budaya tempat tinggal mereka," ujar Karminto.
Materi sejarah kesenian Tongklek kemudian dipaparkan oleh Afifuddin, S.H., seorang guru SDN Dagan yang juga dikenal sebagai praktisi kesenian lokal. Beliau menjelaskan bahwa Tongklek berawal dari tradisi ronda dan kegiatan membangunkan warga saat sahur di bulan Ramadan. Seiring berjalannya waktu, tradisi ini berkembang menjadi pertunjukan musik bernilai seni tinggi yang kerap memeriahkan berbagai perayaan masyarakat. Beberapa kelompok Tongklek ternama asal Desa Dagan antara lain Singo Legino, Pusaka Jagat, dan Joyo Panunggul Jiwo.
Tingginya antusiasme para murid saat menyaksikan seni pertunjukan inilah yang menjadi alasan kuat bagi sekolah untuk mengangkat Tongklek sebagai tema utama peringatan Hari Kebudayaan Nasional tahun ini.
Tak hanya menyimak sejarah, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pameran dan presentasi miniatur pertunjukan Tongklek karya para siswa:
- Muhammad Bayu Maulana Ibrahim, siswa kelas VI, mengungkapkan bahwa membuat miniatur Tongklek adalah hobinya yang bermula dari kegemaran menonton pertunjukan Tongklek. Ia mengaku sangat senang karena hobinya dapat menjadi sarana untuk ikut melestarikan budaya desa.
- Muhammad Abidzar Albayhaqi Pratama, murid kelas I, juga tidak mau kalah menampilkan karya miniatur Tongklek yang dibuat dengan bantuan sang ayah. Kolaborasi ini membuktikan bahwa rasa cinta terhadap budaya lokal dapat dipupuk sejak usia dini melalui dukungan hangat keluarga.
Selain pameran miniatur, para siswa juga diajak menuliskan kesan, kenangan, serta cerita pengalaman mereka saat menyaksikan pertunjukan Tongklek—mulai dari momen membangunkan sahur hingga perayaan Hari Kemerdekaan RI.
Melalui rangkaian acara ini, SD Negeri Dagan berharap para murid semakin bangga akan identitas daerahnya dan aktif berperan sebagai generasi penerus yang menjaga kelestarian Tongklek sebagai warisan budaya bangsa.
Redaksi:Adji

Posting Komentar