SIDOARJO Radar CNN Online— Pengukuhan Ketua dan jajaran pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, menjadi momentum krusial untuk memperkuat konsolidasi internal. Tak hanya seremonial, momentum ini juga menjadi sarana menegaskan kembali tanggung jawab moral para pengurus dalam menjaga kehormatan organisasi di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Dusun Dukuh, Desa Jatikalang, Kecamatan Prambon, pada Rabu (15/10/2026), M. Syafudin resmi dilantik sebagai Ketua PAC Pemuda Pancasila Prambon dengan didampingi M. Kasum Syafi’i sebagai Wakil Ketua, beserta jajaran pengurus lainnya.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Sidoarjo, Aba Mursidi, yang didampingi Sekretaris dan jajaran pengurus MPC.
Dalam arahannya, Aba Mursidi menekankan bahwa posisi sebagai ketua maupun anggota Pemuda Pancasila bukanlah sekadar kedudukan struktural semata. Jabatan tersebut merupakan amanah besar yang wajib dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keteladanan, serta komitmen penuh dalam menjaga nama baik organisasi.
Ia mengimbau seluruh kader agar senantiasa menampilkan cerminan sikap yang baik, baik dalam lingkup internal organisasi maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jagalah amanah ini dengan baik. Jaga marwah organisasi dan jadilah kader yang bermanfaat di mata masyarakat. Jangan sampai seorang ketua justru menjadi provokator atau berusaha menjatuhkan pihak lain, sebagaimana dinamika yang pernah terjadi pada kepengurusan sebelumnya,” tegas Aba Mursidi.
Pesan tajam tersebut menjadi peringatan keras bahwa kepemimpinan tidak boleh dijadikan sarana untuk mempertajam konflik, memicu permusuhan, atau merusak soliditas sesama kader. Sebaliknya, seorang pemimpin dituntut untuk hadir sebagai pengayom yang mampu merangkul anggota, menyelesaikan setiap persoalan melalui musyawarah, serta memupuk persatuan.
Selain itu, Aba Mursidi menaruh perhatian khusus pada kepatuhan terhadap hukum yang berlaku di Indonesia.
“Saya tegaskan, seluruh kader wajib tunduk dan patuh terhadap aturan negara,” tandasnya.
Pernyataan ini menempatkan supremasi hukum sebagai fondasi utama dalam menggerakkan roda organisasi kemasyarakatan. Setiap anggota diharapkan mampu mengendalikan diri dan menjauhi segala tindakan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
Pelantikan kepengurusan baru di bawah kepemimpinan M. Syafudin dan M. Kasum Syafi’i bukanlah akhir dari proses, melainkan awal ujian kepemimpinan. Mereka dituntut untuk menjalankan roda organisasi secara profesional, tertib, dan akuntabel.
Kekompakan dan soliditas organisasi tidak cukup sebatas ucapan di podium pelantikan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan konkret, kedisiplinan, serta kedewasaan dalam mengelola perbedaan pendapat.
Integritas kepengurusan yang kuat tidak diukur dari seberapa besar jumlah anggota atau seberapa tinggi jabatan yang diemban, melainkan dari teladan moral dan manfaat nyata yang dirasakan oleh masyarakat.
Sebagai bagian dari elemen masyarakat, Pemuda Pancasila memikul peran strategis untuk merawat persatuan, memperkuat semangat gotong royong, dan aktif dalam kegiatan sosial bermakna.
Kepercayaan publik tidak bisa dibangun hanya dengan seragam atau wacana semata, melainkan lewat perilakunya yang santun, menghormati hukum, serta mengedepankan hak-hak masyarakat.
Setiap persoalan internal hendaknya diselesaikan secara elegan melalui mekanisme organisasi dan musyawarah mufakat—bukan dengan provokasi, intimidasi, atau tindakan destruktif.
Pada akhirnya, pengukuhan PAC Pemuda Pancasila Prambon ini diharapkan menjadi titik balik lahirnya kepengurusan yang lebih matang, terbuka, dan bertanggung jawab, demi membuktikan bahwa kehormatan organisasi senantiasa terjaga melalui kepatuhan terhadap hukum negara.
Redaksi:Team Macan Hitam


Posting Komentar