JAKARTA Radar CNN Online– Pernyataan menohok pengamat politik Rocky Gerung yang menyebut lingkungan Istana sebagai "sarang koruptor" memantik perhatian publik. Menanggapi riak tersebut, Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Jawa Timur mengingatkan pentingnya menjaga integritas agar semangat kritis tidak luntur akibat buaian kekuasaan.
Rocky Gerung, yang kini menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), menegaskan komitmennya untuk tetap merawat independensi, nalar sehat, dan etika. Dalam wawancara di program ROSI KompasTV, Kamis (15/10/2026), ia secara terbuka menilai praktik korupsi masih membayangi pusat kekuasaan. Keberadaannya di lingkaran pemerintah, menurut Rocky, justru dihajatkan untuk memperkuat langkah Presiden Prabowo Subianto dalam membasmi korupsi dari dalam.
Menanggapi hal itu, KAKI Jatim menilai keberanian melontarkan kritik di ruang publik patut dihargai, namun tak boleh berhenti sebatas retorika politik. Kritik keras semestinya menjadi pemantik aksi nyata, penegakan hukum yang transparan, serta keberanian membongkar penyimpangan tanpa pandang bulu.
KAKI Jatim secara khusus menyoroti risiko sistemik yang kerap melanda figur-figur kritis saat masuk ke dalam birokrasi pemerintahan.
“Jangan sampai tokoh yang melangkah ke Istana membawa narasi perubahan justru perlahan terjerat oleh sistem yang dahulunya dikritik. Kekuasaan adalah amanah untuk mengabdi kepada rakyat, bukan perisai perlindungan bagi para pelaku korupsi,” tegas Hosen dari KAKI Jatim.
Menurut KAKI Jatim, konsistensi dan keberanian politik merupakan pilar utama pemberantasan korupsi. Jika terindikasi ada pelanggaran hukum yang melibatkan pejabat atau lingkar terdekat kekuasaan, aparat penegak hukum wajib bertindak objektif berbasis data dan fakta, bukan keberpihakan. Prinsip equality before the law (kesetaraan di hadapan hukum) harus dijunjung tinggi tanpa keistimewaan status atau jabatan.
Pernyataan Rocky Gerung dinilai dapat menjadi momentum krusial bagi Kabinet Presiden Prabowo Subianto untuk memperbuktikan komitmen efisiensi dan kebersihan pemerintahan melalui tindakan nyata. Di saat yang sama, tuduhan publik hendaknya tetap ditindaklanjuti melalui koridor hukum yang sah agar memiliki bobot pembuktian yang adil.
KAKI Jatim berharap kehadiran figur-figur kritis di jajaran pemerintahan mampu menjadi benteng pengawasan internal yang efektif demi mewujudkan tata kelola negara yang bersih.
“Ujian sejati integritas seseorang bukan saat ia melontarkan kritik dari luar, melainkan ketika ia memegang kekuasaan dari dalam. Tantangan sesungguhnya adalah tetap teguh menyuarakan kebenaran, memegang teguh etika, dan menolak kompromi terhadap segala bentuk korupsi,” pungkas Hosen.
Redaksi:Syaif

Posting Komentar