Semangat Hari Santri Menggema di SDN Kepatihan Lamongan, 267 Payung Kreasi Jadi Simbol Perlindungan Bangsa Menuju Indonesia Emas


Lamongan, Radar CNN Online - Peringatan Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk merawat ingatan kolektif tentang perjuangan para ulama, kiai, dan santri yang telah menorehkan tinta emas dalam perjalanan sejarah kemerdekaan Republik Indonesia. Dari pesantren, semangat keilmuan, keikhlasan, dan pengabdian tumbuh menjadi kekuatan moral yang turut menggerakkan perjuangan bangsa dalam mengusir penjajah dari bumi pertiwi.

Nilai-nilai luhur tersebut menjadi ruh dalam peringatan Hari Santri yang digelorakan peserta didik SDN Kepatihan, Kabupaten Lamongan, Kamis (22/10/2026). Dengan mengusung semangat meneladani jejak para pendahulu, kegiatan ini menghadirkan pesan mendalam tentang pentingnya pendidikan karakter, penghormatan terhadap jasa para pahlawan, serta penguatan nilai-nilai keagamaan dalam membangun generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas.

Sebanyak 267 payung kreasi dibawa para peserta didik sebagai simbol yang sarat makna. Payung tidak hanya menjadi karya kreativitas anak-anak, tetapi juga merepresentasikan filosofi perlindungan dan keteguhan. Sebagaimana payung melindungi dari terik matahari dan derasnya hujan, demikian pula santri diharapkan mampu menjadi pelindung nilai-nilai luhur, penjaga persatuan, serta benteng moral bagi bangsa dan negara.

Simbol tersebut mengandung pesan bahwa perjuangan membangun Indonesia tidak selalu diwujudkan melalui kekuatan fisik. Ketekunan menuntut ilmu, keluhuran akhlak, keberanian membela kebenaran, dan kesediaan mengabdi kepada masyarakat merupakan bentuk perjuangan yang relevan bagi generasi masa kini.

Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, peserta didik perlu memahami bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari pengorbanan panjang para pendahulu. Para kiai, ulama, guru, dan pejuang bangsa telah mencurahkan tenaga, pikiran, ilmu, bahkan mempertaruhkan jiwa dan raga demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Karena itu, mengenang jasa mereka tidak cukup hanya melalui upacara atau simbol peringatan. Penghormatan sejati harus diwujudkan melalui kesungguhan belajar, kedisiplinan, penghargaan terhadap guru, kepedulian sosial, serta komitmen menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

Kepala SDN Kepatihan Lamongan,Khoirun Niswatin, M.Pd. mengajak seluruh peserta didiknya untuk senantiasa meneladani perjuangan para pendahulu, bapak bangsa, pahlawan, kiai, dan ulama yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.

Menurutnya, nilai perjuangan tersebut perlu ditanamkan sejak dini agar anak-anak tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat, akhlak mulia, dan rasa tanggung jawab terhadap masa depan Indonesia.

Semangat menuntut ilmu, lanjutnya, harus berjalan beriringan dengan pembentukan kepribadian dan kesadaran akan sejarah. Ilmu yang diperoleh di bangku sekolah hendaknya menjadi bekal untuk memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Pesan tersebut menegaskan bahwa pendidikan bukan semata-mata proses mentransfer pengetahuan, melainkan juga ikhtiar menumbuhkan manusia yang memahami arti pengorbanan, menghargai jasa para pendahulu, serta mampu meneruskan perjuangan melalui karya dan pengabdian.

Peringatan Hari Santri di SDN Kepatihan Lamongan pun menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi dan kemajuan pembangunan, tetapi juga oleh kekuatan karakter generasi mudanya.

Dari keteladanan para ulama lahir semangat keilmuan; dari perjuangan para pahlawan tumbuh kesadaran kebangsaan; dan dari bangku sekolah disiapkan generasi yang akan melanjutkan cita-cita Indonesia.

Sebanyak 267 payung kreasi itu menjadi simbol harapan: bahwa setiap anak memiliki peran untuk menjaga negeri, setiap ilmu mengandung tanggung jawab, dan setiap langkah pendidikan merupakan bagian dari perjalanan panjang menuju Indonesia Emas.

Sebab, bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang mengenang sejarahnya, melainkan bangsa yang mampu mewarisi nilai perjuangan para pendahulunya dan mewujudkannya dalam kehidupan nyata

Redaksi: Adji

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda