Tradisi Maulid di Kota Serang: Ziarah Ulama hingga Sunatan Massal Warnai Kegiatan Warga Tanggul

SERANG Radar CNN Online— Semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap jasa para ulama kembali mewarnai kehidupan masyarakat Lingkungan Tanggul, Kota Serang, Banten. Memasuki rangkaian tradisi tahunan pascaperingatan Maulid Nabi Muhammad SAW, warga setempat kembali sukses menyelenggarakan kegiatan sunatan massal yang dipadukan dengan ziarah ke makam para ulama dan leluhur.

Tahun ini, sebanyak kurang lebih 150 anak dari berbagai wilayah di Kota Serang bahkan luar daerah tercatat sebagai peserta. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda sosial dan keagamaan semata, tetapi juga ruang strategis untuk mempererat persaudaraan serta mewariskan nilai penghormatan kepada generasi muda.

Rangkaian acara diawali pada Kamis (8/10) dengan ziarah ke makam Waliyullah Ki Buyut di depan Gedung KPRI RAU serta makam Ki Buyut di Lingkungan Tanggul. Kegiatan ziarah kemudian dilanjutkan pada Jumat (9/10), di mana warga bersama anak-anak peserta sunatan massal mendatangi makam para ulama di kawasan Banten, Kota Serang. Bagi masyarakat setempat, tradisi turun-temurun ini merupakan bentuk refleksi sekaligus pengingat atas jasa para pendahulu dalam menyebarkan ajaran Islam di Banten.

H. Suhaemi, tokoh kasepuhan sekaligus panitia pelaksana, menegaskan bahwa tradisi ini akan terus dijaga keberlanjutannya dari tahun ke tahun. Menurutnya, ziarah sebelum sunatan massal adalah bentuk penghormatan mutlak kepada para leluhur yang memprakarsai tradisi luhur tersebut.

"Makanya kami akan selalu menjalankan tradisi tersebut," ujarnya kepada awak media, mencerminkan komitmen kuat masyarakat dalam merawat kesinambungan nilai keagamaan dan kebersamaan di tengah modernisasi zaman.

Sementara itu, Ketua RW setempat, Asashuri, menjelaskan bahwa sunatan massal ini terbuka untuk umum tanpa batasan wilayah. Pembiayaan kegiatan murni bersumber dari gotong royong para donatur, hasil lelangan bulan Maulid, serta dukungan dari dinas terkait seperti Dinas Kesehatan. Selain mendapatkan layanan khitan secara gratis, setiap anak juga menerima suvenir dan bingkisan simbolis untuk menambah kebahagiaan mereka.

Antusiasme tinggi dari 150 peserta membuktikan bahwa tradisi ini telah berkembang menjadi gerakan sosial-keagamaan yang inklusif. Melalui semangat gotong royong, kegiatan ini tidak hanya meringankan beban keluarga peserta, tetapi juga mempererat solidaritas antarwarga.

Rangkaian panjang kegiatan warga Lingkungan Tanggul ini dijadwalkan akan ditutup pada Sabtu malam (10/10) melalui Tablig Akbar di Masjid Jami Al-Ittihad. Acara puncak tersebut direncanakan dihadiri oleh Wali Kota Serang, unsur forkopimcam, Lurah Cimuncang, Kapolsek, serta para kiai dan ulama setempat.

Melalui rangkaian agenda mulai dari ziarah makam, sunatan massal, hingga Tablig Akbar, warga Tanggul membuktikan bahwa warisan leluhur akan tetap hidup dan lestari manakala dirawat dengan kebersamaan, kepedulian sosial, dan penghormatan yang tulus.

Redaksi:Team

0/Post a Comment/Comments

Logo PT Edy Macan Multimedia Center
Kunjungi Kami
Untuk Kebutuhan
Anda