LAMONGAN Radar CNN Online— Proyek revitalisasi SDN Dinoyo di Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 senilai Rp762.347.707, tengah menuai sorotan tajam publik. Proyek bernilai fantastis ini diwarnai isu miring ihwal dugaan pemotongan anggaran atau fee sebesar 25 hingga 35 persen, serta kabar penarikan denda senilai Rp100 ribu bagi wali murid yang mangkir dari kegiatan kerja bakti.
Isu tersebut mencuat setelah seorang warga setempat mengungkapkan adanya pengerahan wali murid dari kelas 1 hingga kelas 6 untuk kerja bakti secara swadaya. Berdasarkan informasi yang beredar, keterlibatan tersebut disertai ancaman denda bagi yang berhalangan hadir. Narasumber tersebut turut menyayangkan besarnya dugaan potongan anggaran yang dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas fisik bangunan sekolah.
Menanggapi tudingan miring tersebut, Kepala SDN Dinoyo, Moh. Kholifin, memberikan bantahan tegas. Ia meluruskan bahwa pelibatan wali murid murni dilandasi semangat gotong royong dan kesukarelaan guna menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap fasilitas sekolah. Terkait isu denda Rp100 ribu, Kholifin menduga hal tersebut hanyalah bentuk gurauan di antara para wali murid.
Lebih lanjut, Kholifin menjelaskan bahwa biaya pembongkaran genteng disesuaikan dengan petunjuk teknis dari kementerian. Dana tersebut dialokasikan dalam bentuk konsumsi, seperti makanan, jajanan, minuman, dan rokok bagi para wali murid yang bekerja bakti, dan sama sekali tidak dialihkan untuk pembangunan tempat parkir. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada praktik pemotongan anggaran maupun permintaan fee dari pihak mana pun. Seluruh pengerjaan diklaim telah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta spesifikasi teknis, bahkan sempat memperoleh apresiasi saat ditinjau langsung oleh Komisi C DPRD Lamongan.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan memilih bersikap objektif dan berhati-hati dalam menyikapi polemik ini. Kepala Bidang Pembinaan SD, Sahlul Mu'arikh, menyatakan pihaknya akan segera menelusuri kebenaran informasi tersebut melalui investigasi mendalam, serta meminta masyarakat dan pihak terkait untuk memverifikasi fakta langsung kepada kepala sekolah dan Tim P2SP.
Redaksi:Team

Posting Komentar